Penguatan Fasilitas Wisata, Pemkab Malra Dorong Standar Amenitas Destinasi
- 08 Jun 2026 17:21 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mulai memperkuat pengembangan amenitas wisata di sejumlah destinasi unggulan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan wisatawan dan mendukung standar pariwisata berkelanjutan. Penguatan fasilitas dasar seperti toilet berstandar internasional, area parkir, hingga mushola menjadi fokus utama yang akan terus dikembangkan secara bertahap, Senin (8/6/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tenggara, Victor E. Budhi Toffi, mengatakan penguatan amenitas dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Pariwisata, Dinas PUPR, serta berbagai pihak termasuk Asosiasi Toilet Indonesia. Salah satu langkah awal yang akan dilakukan adalah peningkatan fasilitas di kawasan wisata Ohoililir sebagai bentuk apresiasi terhadap penyelenggaraan Festival Pesona Meti Kei.
“Kita bicara tentang amenitas, ini mulai pelan-pelan kami kerjasama dengan Kementerian Pariwisata, khususnya pemberdayaan, termasuk Asosiasi Toilet Indonesia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah menargetkan pembangunan dan peningkatan toilet wisata yang memenuhi standar internasional dengan melibatkan dukungan CSR dari berbagai pihak. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan di destinasi wisata unggulan Maluku Tenggara.
“Toilet kita harus berstandar internasional, dan ini pelan-pelan kita sentuh bersama pemerintah daerah dan Dinas PUPR, termasuk mencari CSR,” katanya.
Selain toilet, pengelolaan area parkir juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah, khususnya di destinasi Pantai Ngurbloat. Ia menegaskan pentingnya penataan kendaraan di area luar kawasan wisata untuk menjaga kenyamanan, kebersihan, dan keberlanjutan lingkungan.
“Semua kendaraan yang masuk harus parkir di luar kawasan, karena kita menjaga keberlanjutan. Kalau masuk semua, bisa becek saat hujan dan berdebu saat kemarau,” ucapnya.
Toffi menambahkan, penyediaan fasilitas pendukung seperti mushola juga menjadi kebutuhan penting di destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan nusantara. Menurutnya, kebutuhan ruang ibadah merupakan bagian dari pelayanan dasar yang tidak terpisahkan dari pengembangan pariwisata.
“Wisatawan kita banyak dari Jakarta dan daerah lain, kebutuhan spiritual itu penting. Karena itu musala juga harus disediakan di destinasi wisata,” katanya.
Ia berharap seluruh pengelola destinasi wisata di Maluku Tenggara dapat mulai menyiapkan ruang-ruang pelayanan dasar tersebut secara bertahap. Dengan demikian, kualitas destinasi wisata tidak hanya unggul dari sisi alam, tetapi juga dari kenyamanan dan layanan bagi pengunjung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....