Akses Destinasi Wisata Kepulaun Kei Masih Terkendala Transportasi Laut
- 08 Jun 2026 14:26 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Maluku Tenggara masih menghadapi tantangan utama pada sektor transportasi, terutama untuk menjangkau wilayah kepulauan yang menjadi karakteristik daerah setempat. Pemerintah daerah kini mendorong penguatan layanan transportasi darat dan laut guna mendukung aksesibilitas wisatawan ke berbagai destinasi unggulan, Senin (8/6/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tenggara, Victor E. Budhi Toffi menjelaskan, Kondisi geografis daerah yang didominasi wilayah kepulauan membuat kebutuhan transportasi laut menjadi sangat penting. Namun, hingga saat ini ketersediaan armada transportasi laut yang memenuhi standar layanan wisata masih terbatas.
“Karakteristik kita, baik Kota Tual maupun Maluku Tenggara ini kebanyakan di laut. Kita memang belum punya armada transportasi laut yang memenuhi syarat tertentu, ini harus kita akui,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk transportasi darat di wilayah kepulauan Kei, akses dari bandara ke hotel maupun ke sejumlah destinasi wisata di daratan saat ini relatif sudah cukup baik. Namun, peningkatan layanan tetap dibutuhkan, terutama ketersediaan armada besar untuk mendukung mobilitas wisatawan.
“Kalau dari bandara ke hotel atau beberapa daerah wisata di daratan sudah cukup baik, hanya saja kita perlu armada yang lebih besar seperti bus untuk pelayanan khusus,” katanya.
Menurut Toffi, penguatan sektor transportasi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan pihak swasta dalam skema pentahelix pengembangan pariwisata. Kolaborasi dengan Dinas Perhubungan dan pelaku usaha menjadi bagian penting dalam membangun sistem transportasi wisata yang lebih terorganisir.
“Dinas Perhubungan sedang berupaya berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata, dan kita juga perlu pihak swasta karena transportasi wisata itu ada organisasinya sendiri,” ucapnya.
Ia berharap ke depan dapat terbentuk sistem transportasi wisata yang lebih terstruktur dan terorganisir di Maluku Tenggara maupun Kota Tual. Dengan demikian, akses menuju destinasi wisata di “surga pantai dunia” tersebut dapat semakin mudah dan nyaman bagi wisatawan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....