Presentasi Meti Kei 2026 Tampilkan Keunikan Budaya Lokal

  • 17 Nov 2025 09:15 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur: Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara, Budi Toffi mengatakan, Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2026 akan mengusung tema “Melalui Festival Pesona Meti Kei Kita Wujudkan dan Lestarikan Budaya Nasional”. Penjelasan ini dipresentasikan kepada Deputi Penyelenggaraan Event, Asisten Deputi Event Daerah, dan Dewan Kurator Kharisma Event Nusantara (KEN), Senin (17/11/2025).

Menurut Budhi Meti Kei merupakan fenomena alam dan budaya unik yang hanya terjadi di Kepulauan Kei setiap Oktober hingga Desember, sehingga layak menjadi agenda wisata berskala nasional. Meti Kei menjadi momentum penting bagi masyarakat Kei untuk turun ke pantai dan memanen hasil laut secara tradisional.

Tradisi utama dalam rangkaian Meti Kei berupa prosesi Wer Warat, yaitu pembentangan janur ke laut untuk menarik masuk gerombolan ikan menuju pantai. Atraksi budaya ini menjadi perhatian wisatawan karena melibatkan kerja sama masyarakat yang menunjukkan kearifan lokal masyarakat Kei.

“MetI Kei bukan sekadar fenomena alam, tetapi simbol identitas budaya yang harus terus dijaga dan diperkenalkan secara luas,” ujar Budi Toffi.

Festival Pesona Meti Kei juga diharapkan dapat memperkuat promosi daerah melalui media digital dan kolaborasi dengan konten kreator serta youtuber. Pemerintah Maluku Tenggara menggandeng kabupaten di Maluku dan Papua, termasuk komunitas Tifa Kreatif dari Timika yang sejak 2025 terlibat aktif dalam event ini.

Budi mengungkapkan sejak penyelenggaraan tahun 2016, FPMK terbukti memberikan dampak besar terhadap peningkatan kunjungan wisatawan. Pertumbuhan itu memicu geliat ekonomi kreatif, termasuk sektor transportasi, pemandu wisata, dan UMKM lokal yang ikut merasakan manfaatnya.

“Dampak ekonominya begitu terasa, dan setiap tahun minat wisatawan terus meningkat seiring penguatan promosi tradisi Meti Kei,” katanya.

Untuk tahun 2026, FPMK akan berlangsung pada 12–17 Oktober dengan rangkaian kegiatan budaya yang lebih variatif. Agenda utamanya meliputi Karnaval Budaya, Kei Bacarita, pertunjukan Kei Menari, hingga Tba Tamet atau Bameti Bersama yang mengajak masyarakat berkumpul dan bersilaturahmi di pantai.

Diharapkan event ini kembali lolos kurasi KEN agar mendapatkan dukungan promosi nasional. Selain itu, warga Kei di seluruh Indonesia hingga diaspora di Belanda diimbau untuk pulang ke kampung halaman dan merayakan tradisi yang telah menjadi kebanggaan mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....