Meti Kei 2025 Jadi Panggung Olahraga dan Budaya

  • 04 Okt 2025 11:25 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur: Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terus mematangkan persiapan Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2025. Festival budaya dan olahraga tahunan ini telah masuk dalam kalender resmi Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

"Hari ini kita sudah di tanggal 3 Oktober, persiapan saat ini masih seputaran persiapan lapangan," kata Sekretaris Dinas Pariwisata Maluku Tenggara, Budhi Toffi, Jumat (3/10/2025).

Toffi mengatakan salah satu agenda utama dalam FPMK adalah lomba dragon boat atau perahu naga yang akan diikuti peserta dari berbagai wilayah. Untuk memastikan kelancaran, panitia baru saja menggelar pertemuan teknis bersama Pengurus Daerah Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Maluku, pertemuan ini membahas standar perlombaan, aturan keselamatan, hingga mekanisme penilaian.

"Tadi kami baru selesai pertemuan dengan panitia lokal dan Pengda PODSI untuk menyatukan teknis lomba dayung nanti. Untuk pendaftaran sudah dimulai dari tanggal 01 - 06 Oktober 2025 dan tidak dipungut biaya. Jumlah peserta 12 orang, 10 pendayung, satu juru mudi, dan satu penari." ujar Toffi.

Perlombaan dragon boat tahun ini akan mempertandingkan dua kategori, yaitu pria dan wanita, dengan rentang usia 17 hingga 35 tahun. Menurut Toffi, batasan usia tersebut ditetapkan agar ajang ini sekaligus menjadi ruang pembinaan atlet muda serta wadah regenerasi bagi cabang olahraga dayung.

Sejak pertama kali dimasukkan dalam rangkaian FPMK pada 2021, lomba dragon boat memang dirancang bukan hanya sebagai hiburan festival. Panitia menargetkan agar Maluku Tenggara bisa berkembang sebagai sentra olahraga dayung di kawasan timur Indonesia.

"Tujuan besarnya adalah melahirkan atlet-atlet dayung dari Provinsi Maluku, sehingga Maluku Tenggara bisa jadi pusat olahraga dayung," kata Toffi.

Selain cabang olahraga, FPMK juga akan menghadirkan Lomba Goyang Meti Kei 3. Ajang ini mengangkat musik serta tarian khas masyarakat Kei sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus ruang kreasi generasi muda.

"Kenapa goyang Meti Kei 3 yang kita angkat? Tujuannya agar kita populerkan karya anak daerah dan melahirkan talent-talent baru. Jumlah peserta enam orang, pendaftaran sama dari tanggal satu sampai enam Oktober. " ucap Toffi.

Festival Pesona Meti Kei selama ini menjadi magnet pariwisata tahunan Maluku Tenggara dengan rangkaian acara olahraga, budaya, hingga kuliner lokal. Pemerintah daerah berharap, selain meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, festival ini juga mampu memperkuat identitas budaya masyarakat Kei di pentas nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....