Giliran Tual Jadi Tuan Rumah, Sail to Indonesia Perkuat Branding Kepulauan Kei

  • 02 Jun 2026 18:02 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Perpindahan lokasi pelaksanaan Sail to Indonesia 2026 dari Kabupaten Maluku Tenggara ke Kota Tual tidak dimaknai sebagai pemisahan kepentingan dua daerah, melainkan bagian dari strategi memperkuat promosi pariwisata Kepulauan Kei sebagai satu kawasan destinasi yang utuh. Momentum tersebut menjadi kesempatan bagi Kota Tual untuk mengambil peran dalam agenda internasional yang selama bertahun-tahun diselenggarakan di Maluku Tenggara, Selasa (2/6/2026).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tenggara, Victor E. Budhi Toffi, mengatakan penyelenggaraan Sail to Indonesia di Kota Tual tahun ini merupakan bentuk pemerataan kesempatan dalam mempromosikan pariwisata Kei kepada wisatawan mancanegara. Sejak 2008 hingga 2025 kegiatan tersebut telah beberapa kali dilaksanakan di Maluku Tenggara sehingga kini giliran Kota Tual untuk menjadi tuan rumah.

"Kalau mempromosikan pariwisata Pulau Kei, secara administrasi memang ada Maluku Tenggara dan Kota Tual, tetapi sebagai kawasan destinasi kita harus berbicara tentang branding bagaimana pariwisata Kei itu mendunia. Tahun ini Kota Tual harus mendapatkan kesempatan juga," kata Budhi.

Budhi menegaskan perpindahan lokasi kegiatan bukan disebabkan oleh faktor efisiensi anggaran maupun pertimbangan teknis lainnya sebagaimana berkembang di tengah masyarakat. Kebijakan tersebut, murni didasarkan pada semangat kolaborasi dan pemerataan peran dalam pengembangan sektor pariwisata Kepulauan Kei.

Ia menjelaskan wisatawan yang datang mengikuti Sail to Indonesia di Kota Tual tetap akan mengunjungi berbagai destinasi unggulan yang berada di wilayah Maluku Tenggara. Salah satu destinasi yang diperkirakan menjadi magnet utama kunjungan adalah Pantai Ngurbloat yang selama ini dikenal sebagai ikon wisata pantai di Kepulauan Kei.

"Siapapun yang datang ke Kota Tual akan berkunjung juga ke Pantai Ngurbloat. Kami sudah berkoordinasi dengan pengelola untuk menyiapkan berbagai hal dalam menyambut wisatawan dan peserta Sail to Indonesia yang akan hadir pada Juli nanti," ujarnya.

Lebih lanjut, Budhi mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan di Maluku Tenggara maupun Kota Tual untuk melihat kegiatan tersebut sebagai momentum bersama dalam membangun citra pariwisata daerah. Keberhasilan promosi wisata hanya dapat dicapai apabila kedua daerah bergerak dalam satu semangat dan tidak terjebak pada sekat-sekat administratif.

Menurut Budhi, identitas yang harus terus diperkuat adalah Kepulauan Kei sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia yang menawarkan keindahan pantai, budaya, dan keramahan masyarakat. Karena itu, seluruh pihak diharapkan menjadikan Sail to Indonesia sebagai panggung bersama untuk memperkenalkan Kepulauan Kei kepada dunia internasional.

"Kita tidak boleh membangun sekat atau fanatisme wilayah. Fanatisme yang harus kita bangun adalah bahwa Kepulauan Kei merupakan surga pantai dunia," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....