Tradisi Mandi Safar warga Kepulauan Kur, Warisan Leluhur yang Terus Dilestarikan
- 21 Agt 2026 12:42 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Tual - Masyarakat Kepulauan Kur, Kota Tual, kembali melaksanakan tradisi Mandi Safar yang menjadi bagian dari warisan budaya leluhur masyarakat Kur. Tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk pelestarian adat dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi, belum lama ini
Pelaksanaan Mandi Safar berlangsung meriah dengan keterlibatan semua unsur yang menghiasi kawasan pantai menggunakan janur juga menyiapkan hidangan khusus yang nantinya di nikmati bersama di tepian pantai. Hiasan janur yang dipasang di sepanjang pesisir menambah suasana khas dan menjadi simbol penting dalam pelaksanaan tradisi yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat Kepulauan Kur tersebut.
Sejak pagi, masyarakat mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk pelaksanaan Mandi Safar. Warga bergotong royong menata kawasan pantai, memasang janur, serta mempersiapkan berbagai rangkaian kegiatan adat yang menjadi bagian dari tradisi tersebut.
Bagi masyarakat Kur, Mandi Safar bukan sekadar kegiatan berkumpul dan mandi bersama di pantai. Tradisi ini memiliki nilai budaya dan sosial yang kuat karena menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjaga hubungan kekeluargaan, mempererat silaturahmi, serta mengenang dan menghormati warisan para leluhur.
Ali rettob selaku tokoh masyarakat mengatakan, tradisi Mandi Safar merupakan warisan leluhur orang Kur yang hingga kini terus dijaga keberlangsungannya.
"Ini merupakan tradisi yang diwariskan oleh leluhur orang Kur. Karena itu, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan meneruskannya kepada generasi muda agar tradisi ini tidak hilang ditelan perkembangan zaman,"ujarnya.
Penggunaan janur dalam menghiasi kawasan pantai juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan tradisi. Selain memperindah lokasi kegiatan, janur menjadi salah satu unsur budaya yang memperlihatkan kekhasan dan identitas masyarakat Kur dalam melaksanakan Mandi Safar.
Tradisi tersebut sekaligus menjadi momentum bagi masyarakat untuk berkumpul dan mempererat kebersamaan. Anak-anak, generasi muda, hingga orang tua turut mengambil bagian dalam suasana perayaan, sehingga terjadi proses pewarisan budaya secara langsung antargenerasi.
Masyarakat berharap tradisi Mandi Safar dapat terus dilestarikan dan mendapat perhatian sebagai bagian dari kekayaan budaya Kota Tual. Pelestarian tradisi ini dinilai penting bukan hanya untuk menjaga peninggalan leluhur, tetapi juga untuk memperkenalkan identitas budaya Kepulauan Kur kepada generasi mendatang.
Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, Mandi Safar di Kepulauan Kur menjadi gambaran bagaimana masyarakat masih memegang teguh warisan leluhur sekaligus menjaga nilai-nilai budaya yang menjadi identitas orang Kur di Kota Tual.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....