Pengurangan Kuota BBM Picu Antrean Panjang di SPBU Dobo

  • 31 Jul 2026 15:20 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual – Warga Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, pemilik kendaraan roda dua maupun roda empat, terpaksa mengantre selama berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Kompak yang berlokasi di Jalan Pemda II, Kelurahan Siwalima, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Jumat (31/7/2026). Antrean panjang terjadi akibat keterlambatan pasokan BBM serta pengurangan kuota yang diterima SPBU.

Pengawas SPBU Kompak, Deisen Mangar, saat ditemui RRI di ruang kerjanya, Jumat (31/7/2026), menjelaskan bahwa persoalan utama yang dihadapi saat ini adalah pengurangan kuota BBM dari Pertamina.

Menurutnya, pengurangan tersebut dilakukan berdasarkan kebijakan yang berkaitan dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru.

Menanggapi pertanyaan mengenai tidak lagi diterapkannya pelayanan pembelian BBM menggunakan sistem rekomendasi seperti tahun lalu, Deisen mengatakan bahwa sistem rekomendasi sebenarnya masih tetap berlaku.

Namun, pengaturannya sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah daerah, sedangkan pihak SPBU hanya menjalankan aturan yang telah ditetapkan.

"Masalah utama saat ini bukan semata-mata karena sistem rekomendasi, melainkan karena adanya pengurangan kuota BBM. Sebelumnya kuota yang diterima sekitar 280 kiloliter, namun sekarang diperkirakan berkurang sekitar 30 hingga 40 persen. Akibatnya, stok BBM cepat habis dan masyarakat harus mengantre lebih lama," jelasnya.

Mangar menambahkan, apabila kuota BBM tetap seperti sebelumnya, pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih lancar meskipun pasokan hanya menggunakan dua mobil tangki dengan kapasitas sekitar 10 kiloliter per hari.

Terkait keterlambatan pasokan BBM, Deisen menegaskan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan Pertamina. SPBU hanya menerima dan menyalurkan BBM sesuai jumlah yang dikirim.

"Oleh karena itu, apabila terjadi keterlambatan pengiriman maupun pengurangan kuota, hal tersebut sebaiknya dikonfirmasi langsung kepada pihak Pertamina," ujarnya.

Mangar berharap kuota BBM untuk Kabupaten Kepulauan Aru dapat dikembalikan seperti semula, bahkan jika memungkinkan ditambah, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan antrean panjang di SPBU tidak terus terjadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....