Peran Strategis Kecamatan dalam Penguatan Tata Kelola Tingkat Lokal

  • 30 Jul 2026 13:20 WIB
  •  Tual
Poin Utama
  • Transformasi kecamatan menjadi kunci penting dalam mendukung agenda nasional

RRI.CO.ID, Langgur - Transformasi kecamatan menjadi kunci penting dalam mendukung agenda nasional melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi lokal, dan percepatan digitalisasi. Peran strategis ini dijalankan lewat penguatan tata kelola tingkat lokal yang berfokus pada efisiensi serta pemberdayaan masyarakat.

Transformasi kecamatan untuk mendukung agenda nasional tahun 2026 berfokus pada penguatan peran kecamatan sebagai pusat pelayanan publik yang inklusif, penggerak data dan ekonomi lokal, serta verifikator percepatan kemandirian desa.

Mengawal pemutakhiran data Indeks Desa dan penyelarasan program berbasis data valid, menjadi garda terdepan birokrasi yang cepat, transparan, dan dekat dengan warga. menyelaraskan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dengan prioritas nasional di tingkat akar rumput dan menerapkan sistem administrasi berbasis elektronik untuk efisiensi birokrasi.

Kendati demikian, camat kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara Joseph A. Dumatubun, saat dialog interaktif di pro 1 RRI Tual rabu (29/7/2026) mengatakan, untuk pengembangan potensi lokal, yakni menggerakkan ekonomi kerakyatan dan mendukung ketahanan pangan serta energi. Sedangkan Mitigasi Lingkungan, mendorong kesadaran lingkungan hidup yang berkelanjutan di tingkat kelurahan dan desa.

Menurut Dumatubun, ketahanan pangan di kei kecil harus lebih baik, karena berdasarkan juknis, minimal 20% Anggaran dari dana desa untuk ketahanan pangan, sehingga dia berharap pada setiap desa dapat memaksimalkan anggaran tersebut dengan sebaik-baiknya untuk ketahanan pangan.

Ditanya perihal ketahanan pangan di kecamatan kei kecil, ia menjawab pemanfaatan anggaran 20% untuk ketahanan pangan itu, tergantung pada setiap desa yang memiliki potensi dan keunggulan msing-masing, dia mencontohkan seprti di ohoi Ngabub memiliki kluster enbal, sementara di ohoi Langgur manfaatkan dana tersebut untuk penanaman jagung.

“Pemanfaatan anggaran 20% dari dana desa untuk ketahanan pangan, kembali ke desa masing-masing, karena setiap desa memilki potensi dan keunggulang berbeda-beda.” Ungkap Dumatubun

Lanjut Dumatubun, potensi perikanan merupakan bagian daripada ketahanan pangan, kecamatan kei kecil terdapat sejumlah ohoi di wilayah pesisir, salah satunya ohoi Dunwahan memilki potensi perikanan yang mumpuni.

Sementara untuk penanganan stunting di Indonesia, dia menguraikan regulasi diatur dalam peraturan presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, didukung oleh Undang-Undang nomor 17 tahun 2023 tentang kesehatan dan kebijakan turunan lintas sektor.

“Jadi, camat memilki peran strategis menjadi ketua tim percepatan penanggulangan stunting di tingkat kecamatan, sedangkan kepala desa/ohoi menjadi ketua tim di tingkat desa.”

Diakhir dialog, Dumatubun mengimbaukan kepada seluruh masyarakat kei kecil, apabila ada keluhan terkait pelayanan camat dan desa atau aspirasi apapun, boleh disampaikan langsung baik melalui telfon, whatsApp atau mendatangi kantor atau kediaman pribadinya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....