Imigrasi Tual Bentuk Tiga Desa Binaan di Kabupaten Kepulauan Aru
- 20 Agt 2026 16:13 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Dobo - Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tual melaksanakan kegiatan Pembentukan dan Sosialisasi Desa Binaan Imigrasi di Kabupaten Kepulauan Aru, Kamis (20/8/2026). Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 WIT di Aula Lantai III Hotel Apex, Jalan Terusan Wangel, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku, Gindo Ginting, S.H., M.H., Kabid Gakkum dan Patnal Imigrasi Maluku Jose Rizal, S.Kom., Kasi Intel Dakim Mohammad Andy Djunaidi, Plt. Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tual, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kepulauan Aru Yoel Gaite, Kapolsek Pulau-Pulau Aru Iptu Hengky Nanuru, Camat Pulau-Pulau Aru Ongki Goulap, Lurah Siwalima Mesak Labok, serta unsur TNI-Polri, perangkat desa, RT/RW dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Camat Pulau-Pulau Aru Ongki Goulap mengatakan, program Desa Binaan Imigrasi sangat relevan bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang memiliki mobilitas penduduk cukup tinggi serta berada dekat dengan jalur perlintasan antarwilayah dan antarnegara.

Ia berharap melalui kegiatan tersebut masyarakat memperoleh informasi dan pemahaman yang benar mengenai keimigrasian, terutama terkait dokumen perjalanan, keberadaan dan aktivitas orang asing, serta pentingnya melaporkan hal-hal yang mencurigakan dan berpotensi melanggar hukum.
"Pemerintah Kecamatan Pulau-Pulau Aru menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap program Desa Binaan Imigrasi. Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah dan aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, Desa Binaan Imigrasi tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi wadah pembinaan masyarakat yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku, Gindo Ginting menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru dan seluruh pemangku kepentingan, yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut. Ia menjelaskan, Kepulauan Aru memiliki potensi sumber daya alam yang besar, khususnya sektor kelautan dan perikanan, serta posisi geografis yang strategis sebagai wilayah kepulauan dan perbatasan maritim.

Namun, kondisi tersebut juga menghadirkan tantangan, seperti keterbatasan akses informasi, tingginya mobilitas masyarakat, serta potensi terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).
"Program Desa Binaan Imigrasi hadir sebagai langkah proaktif dan preventif untuk mendekatkan pelayanan keimigrasian sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat hingga tingkat desa," kata Gindo.
Gindo menyebutkan, terdapat dua fokus utama dalam pembentukan Desa Binaan Imigrasi di Kabupaten Kepulauan Aru.
Pertama, edukasi dan pencegahan Pekerja Migran Indonesia nonprosedural. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai tata cara bepergian, beraktivitas maupun bekerja di luar negeri secara sah dan sesuai prosedur.
Kedua, penguatan literasi keimigrasian dan pengawasan wilayah. Masyarakat didorong untuk memahami ketentuan keimigrasian, termasuk pentingnya melaporkan keberadaan atau aktivitas orang asing yang mencurigakan maupun berpotensi melanggar hukum.

Ia menegaskan, upaya menjaga kedaulatan dan keamanan negara di wilayah kepulauan tidak dapat dilakukan oleh Kantor Imigrasi sendiri, tetapi membutuhkan sinergi pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah desa atau kelurahan, tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pula penyerahan sertifikat Desa Binaan Imigrasi kepada Lurah Siwalima, Kepala Desa Wangel dan Kepala Desa Durjela. Selanjutnya, peserta mendapatkan materi mengenai konsep Desa Binaan Imigrasi dan program Pimpasa, edukasi pencegahan TPPO dan TPPM melalui jalur nonprosedural, tata cara pembuatan dokumen perjalanan atau paspor yang sah, serta pengawasan terhadap orang asing.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab, foto bersama, serta penutupan. Seluruh rangkaian kegiatan Pembentukan dan Sosialisasi Desa Binaan Imigrasi selesai pada pukul 11.00 WIT dalam keadaan aman dan lancar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....