Tantangan Kepulauan Dorong Penguatan Infrastruktur dan SDM PDAM

  • 09 Jul 2026 18:17 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur — Tantangan geografis Maluku sebagai daerah kepulauan mendorong perlunya penguatan infrastruktur air minum sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di perusahaan daerah air minum. Hal itu menjadi perhatian Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, saat menghadiri Musyawarah Antar Perusahaan Air Minum Daerah (MAPAMDA) Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) Pengurus Daerah Provinsi Maluku di Aula Kantor Bupati, Langgur, Rabu (8/7/2026).

Dalam kesempatan itu Bupati Thaher menegaskan, kondisi geografis Provinsi Maluku menghadirkan tantangan besar dalam penyediaan layanan air minum yang merata. Keterbatasan akses antarpulau, jaringan distribusi yang menua, hingga penurunan debit sumber air saat musim kemarau harus dihadapi secara terencana dan sistematis.

“Kondisi geografis Provinsi Maluku sebagai daerah kepulauan menempatkan infrastruktur jaringan distribusi air minum sebagai tantangan terbesar sekaligus prioritas tertinggi,” kata Thaher.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terus mendorong pengembangan infrastruktur air minum melalui dukungan pemerintah daerah serta pemanfaatan berbagai program nasional. Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas akses layanan air bersih hingga ke wilayah terpencil dan tertinggal.

Menurut Thaher, pengembangan infrastruktur yang dibutuhkan tidak hanya berfokus pada pembangunan jaringan baru, tetapi juga rehabilitasi fasilitas yang telah ada. Program tersebut mencakup perbaikan jaringan pipa, pengembangan unit produksi air, optimalisasi sistem desalinasi di kawasan terpencil, serta pembangunan sistem distribusi yang mampu menjangkau masyarakat di pulau-pulau terluar.

Selain infrastruktur, Bupati Thaher menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam mendukung pelayanan air minum. Keberhasilan pelayanan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan fasilitas, tetapi juga oleh kompetensi dan integritas pegawai yang mengelolanya.

“Infrastruktur terbaik sekalipun tidak akan memberikan pelayanan yang baik jika tidak didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan berjiwa melayani,” ujarnya.

Melalui forum MAPAMDA PERPAMSI tersebut, Bupati Thaher mengajak seluruh perusahaan daerah air minum di Maluku untuk menjadikan pengembangan kompetensi pegawai sebagai agenda strategis. Investasi pada kualitas SDM akan memberikan manfaat jangka panjang yang jauh lebih besar bagi peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Pegawai PDAM yang kompeten dan termotivasi adalah aset yang nilai investasinya jauh melebihi nilai infrastruktur apapun,” katanya.

Musyawarah Antar Perusahaan Air Minum Daerah PERPAMSI Provinsi Maluku menjadi forum penting untuk memperkuat kolaborasi antardaerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan air minum. Forum tersebut juga diharapkan mampu menghasilkan berbagai rekomendasi strategis guna menjawab tantangan penyediaan air bersih di wilayah kepulauan, termasuk di Kabupaten Maluku Tenggara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....