Efisiensi Anggaran dan Jarak Jadi Tantangan, Kecamatan Terus Dorong Inovasi

  • 23 Jul 2026 07:27 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Dobo : Camat Aru Tengah Selatan, Markus Jafri Farneyanan, S.Sos., mengakui bahwa selama tujuh bulan memimpin Kecamatan Aru Tengah Selatan, tantangan terbesar yang dihadapi adalah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi serta kondisi geografis wilayah yang cukup jauh dari ibu kota kabupaten.

Kepada RRI, Rabu (22/7/2026), Ferneyanan mengatakan, sebagai aparatur sipil negara, dirinya siap ditempatkan di mana saja untuk menjalankan tugas. Sejak dilantik pada 13 Januari 2026, ia langsung dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak terhadap pelayanan pemerintahan di tingkat kecamatan.

Menurutnya, jarak tempuh dari ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru menuju Kecamatan Aru Tengah Selatan mencapai lima hingga enam jam perjalanan laut. Kondisi tersebut membuat operasional pemerintahan membutuhkan biaya transportasi dan bahan bakar yang cukup besar, sementara anggaran yang tersedia masih terbatas.

Meski demikian, Pemerintah Kecamatan tetap berupaya menjalankan seluruh tugas pelayanan kepada masyarakat, termasuk mempercepat pelaksanaan berbagai agenda pemerintahan seperti musyawarah masyarakat hukum adat dan penyelesaian berbagai persoalan di desa melalui koordinasi dengan pemerintah daerah.

Ferneyanan berharap, pada perubahan APBD tahun 2026 maupun APBD murni tahun 2027, pemerintah daerah bersama DPRD dapat memberikan dukungan anggaran yang lebih memadai agar pelayanan pemerintahan di wilayah kepulauan dapat berjalan optimal.

Terkait inovasi, ia menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, atas program penanaman 1.000 pohon kelapa yang dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu solusi untuk memperkuat ekonomi masyarakat di tengah belum banyaknya investasi yang masuk ke wilayah Aru Tengah Selatan.

Selain itu, pemerintah kecamatan juga mendukung pelaksanaan program nasional Koperasi Merah Putih. Saat ini seluruh desa sedang mempersiapkan pembentukan koperasi, bahkan beberapa desa telah menyiapkan lahan maupun bangunan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

Ferneyanan menjelaskan,penyaluran Dana Desa pada dasarnya berjalan lancar. Namun, terdapat penyesuaian pagu anggaran karena sebagian dialokasikan untuk mendukung program Koperasi Merah Putih, sehingga pemerintah desa harus lebih cermat menentukan skala prioritas pembangunan sesuai delapan program prioritas pemerintah.

Ke depan, apabila kondisi anggaran kembali normal, Pemerintah Kecamatan Aru Tengah Selatan berencana mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk pembinaan kepemudaan dan penyediaan fasilitas belajar komputer di desa-desa agar pelajar di wilayah terpencil tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi informasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....