Tonci Kolyaan: Anak Miskin di Aru Harus Nikmati Pendidikan Setara

  • 29 Mei 2026 19:26 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual : Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Aru, Tonci Kolyaan, mengatakan kehadiran Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Kepulauan Aru merupakan bentuk nyata keinginan Presiden Republik Indonesia, , untuk menghadirkan pemerataan pendidikan bagi anak-anak miskin di seluruh Indonesia.

“Berkaitan dengan program pusat Sekolah Rakyat ini, betul-betul merupakan ketulusan hati dari Pak Presiden Prabowo Subianto. Dasarnya karena beliau menginginkan seluruh anak miskin di Indonesia bisa duduk sejajar dengan anak-anak Indonesia lainnya dalam menikmati pendidikan,” ujar Kolyaan di ruang kerjanya, Jumat (29/5/2026).

Kolyaan menjelaskan, sejak tahun 2025 hingga 2026 pihaknya bersama Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Aru terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat guna memperjuangkan hadirnya Sekolah Rakyat di Aru. Upaya tersebut juga mendapat dukungan dari anggota DPRD Kepulauan Aru, Risal Djabumir.

“Kami melakukan koordinasi dengan Menteri Sosial, Wakil Menteri, dan Sekjen. Proses ini juga tidak terlepas dari dukungan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa,” kata Kolyaan.

Menurutnya, Sekolah Rakyat diperjuangkan untuk kepentingan anak-anak miskin di 117 desa di Kabupaten Kepulauan Aru agar mereka dapat menikmati pendidikan yang setara dengan anak-anak Indonesia lainnya. Kolyaan mengungkapkan, progres pembangunan Sekolah Rakyat di Aru kini tinggal menunggu kedatangan Menteri Sosial untuk peletakan batu pertama pembangunan sekolah tersebut.

“Hari ini semua persyaratan sudah kami penuhi. Tinggal IDM keluar dan proses administrasi lainnya. Karena program ini bersifat diskresi, maka menggunakan UKL-UPL,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh tahapan koordinasi dan konsultasi telah dilakukan secara komprehensif. Pemerintah daerah juga berkomitmen melakukan transformasi di bidang pendidikan, khususnya bagi anak-anak miskin di Aru agar keluar dari keterbatasan akses pendidikan.

“Anak-anak miskin di Aru harus keluar dari kemiskinan, terutama kemiskinan akses pendidikan yang selama ini mereka alami,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kolyaan mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat di Aru direncanakan dalam bentuk sekolah permanen. Ia menyebut Aru masuk dalam tahap ketiga pembangunan Sekolah Rakyat secara nasional.

“Tahun 2026 tidak ada lagi sekolah rintisan di Aru karena belum ada gedung representatif. Karena itu kami memperjuangkan pembangunan sekolah permanen,” ujar Kolyaan.

Terkait rencana kunjungan Menteri Sosial ke Aru, Kolyaan mengatakan pihaknya masih terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat.

“Kalau tanggalnya kami belum tahu, tetapi kami terus berkoordinasi agar Pak Menteri Sosial bisa datang ke Aru. Itu menjadi kerinduan kita semua,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kehadiran Menteri Sosial nantinya tidak hanya berkaitan dengan Sekolah Rakyat, tetapi juga penyaluran berbagai bantuan sosial lainnya kepada masyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru. Kolyaan juga menjelaskan, sejumlah persyaratan administrasi telah disiapkan, termasuk rekayasa lingkungan, surat bebas bencana, pernyataan lahan clear and clean, hingga surat hibah lahan kepada kementerian yang telah ditandatangani Bupati Kepulauan Aru.

Sebagai Kepala Dinas Sosial, dirinya mengaku bersyukur karena mendapat dukungan penuh dari Bupati Kepulauan Aru, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, DPRD, serta dinas teknis lainnya seperti Dinas PUPR, DLH, BPMPB, Dinas Pendidikan, dan Dukcapil. Kolyaan berharap masyarakat Aru turut memberikan dukungan penuh terhadap program Sekolah Rakyat tersebut.

“Ending dari proses ini adalah masyarakat miskin harus bisa menikmati pendidikan yang sejajar dengan anak-anak bangsa lainnya,” ujarnya.

Ia menegaskan proses rekrutmen siswa Sekolah Rakyat nantinya akan diprioritaskan bagi anak-anak yang benar-benar berasal dari keluarga miskin, baik yang terdata dalam DTSN maupun di luar DTSN.

“Saya yakin masyarakat di 117 desa masih banyak yang berada dalam kondisi miskin. Anak-anak mereka belum menikmati pendidikan secara baik dan kesejahteraan mereka juga belum terpenuhi secara maksimal. Karena itu kami terus berproses menghadirkan Sekolah Rakyat di Aru, karena kami mencintai dan memiliki Aru secara keseluruhan,” tutup Kolyaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....