Deteksi Potensi Konflik Tangkal Gangguan Keamanan

  • 26 Mei 2026 18:31 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tenggara, H. Ahmad Raharusun, S.Pd., M.Pd, menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi persoalan dan konflik internal umat beragama.

Hal ini disampaikan saat menjadi narasumber pada kegiatan Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama dalam Perumusan Early Warning System. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Seksi Bimbingan Masyarakat Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tenggara tersebut berlangsung di Café Fid Tilus Ohoi Kolser, Selasa (26/5/2026).

Dialog tersebut mengusung tema “Membangun Sistem Deteksi Dini terhadap Potensi Persoalan dan Konflik Internal dalam rangka Memperkuat Kerukunan dan Persaudaraan Intern Umat Beragama.” Kegiatan diikuti oleh tokoh agama, tokoh umat, organisasi keagamaan, tokoh perempuan, tokoh pemuda, penyuluh agama, FKUB, akademisi, serta unsur pemerintah terkait.

Dalam materinya, H. Ahmad Raharusun menyampaikan bahwa sistem deteksi dini atau Early Warning System menjadi langkah strategis untuk mencegah berkembangnya persoalan yang dapat mengganggu stabilitas dan kerukunan umat beragama di tengah masyarakat.

Menurutnya, komunikasi, koordinasi, dan sinergi antar unsur keagamaan harus terus diperkuat agar setiap potensi persoalan dapat dikenali dan diselesaikan secara cepat, tepat, dan bijaksana.

“Kerukunan umat beragama harus dijaga bersama melalui dialog, komunikasi, dan keterlibatan semua pihak. Dengan adanya sistem deteksi dini, kita dapat lebih cepat mengenali potensi persoalan sehingga dapat dicegah sebelum berkembang menjadi konflik,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi pelaksanaan dialog tersebut sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan harmoni kehidupan umat beragama di Kabupaten Maluku Tenggara.

Melalui kegiatan ini diharapkan lahir rumusan strategis dan mekanisme deteksi dini yang efektif dalam menjaga serta memperkuat kerukunan intern umat beragama di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....