Dua Siswa Asal Aru Wakili Maluku di Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Nasional

  • 25 Mei 2026 15:24 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Aru menggelar doa adat bagi dua siswa yang akan mewakili daerah pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat nasional di Jakarta. Kegiatan tersebut berlangsung di rumah adat Desa Durjela, Kamis (21/5/2026).

Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Aru, Menase Kobrua, S.Pd., kepada RRI.co.id mengatakan, doa adat dilakukan sebagai bagian dari tradisi dan budaya masyarakat Aru ketika ada maksud baik, termasuk keberangkatan kontingen daerah ke tingkat nasional.

“Di sore hari ini kita melaksanakan doa adat sesuai tradisi dan kebudayaan anak adat di Aru. Jika ada maksud yang baik, khususnya kontingen yang berangkat mewakili Aru ke kancah nasional, maka dilakukan doa adat supaya mereka mendapat perlindungan dari Tuhan maupun para leluhur,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dua siswa yang akan mewakili Kabupaten Kepulauan Aru yakni Handini Herwawan dari SD Kristen Gardakau dan Jeremi Labok dari SD Naskat Yos Sudarso Dobo.

Menurut Kobrua, Jeremi Labok akan mewakili bahasa Tarangan Barat, sedangkan Handini Herwawan mewakili bahasa Ganabai atau Manumbay. Lebih lanjut dijelaskan, kedua siswa tersebut akan mengikuti kegiatan pementasan dan Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat nasional di Jakarta. Sebelum menuju tingkat nasional, keduanya terlebih dahulu mengikuti seleksi di tingkat kabupaten hingga provinsi dan terus meraih juara.

“Kedua anak ini selalu tampil sebagai pemenang sejak tingkat kabupaten sampai provinsi. Ini momentum bagi mereka untuk menampilkan hasil terbaik di tingkat nasional,” kata Kobrua.

Keberangkatan kontingen pada Jumat, 22 Mei 2026 menggunakan maskapai Lion Air, dan kedua siswa mengikuti kegiatan pada 23 hingga 26 Mei 2026 dan kembali ke Kabupaten Kepulauan Aru pada 27 Mei 2026.

Terkait pembiayaan, Kobrua menjelaskan biaya transportasi pulang-pergi ditanggung Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Sementara biaya akomodasi dan konsumsi khusus dua peserta ditanggung pihak kementerian.

“Untuk dua pendamping dari sekolah masing-masing dan pendamping dari Dinas Pendidikan, pembiayaannya ditanggung Pemda melalui Dinas Pendidikan,” jelasnya.

Kobrua berharap prestasi yang selama ini diraih anak-anak Aru dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan di tingkat nasional.

“Kita optimistis bisa memperoleh hasil terbaik di tingkat nasional. Ini juga menjadi bagian dari upaya mewariskan bahasa ibu kepada generasi muda di Kabupaten Kepulauan Aru,” harapnya.

Kegiatan doa adat tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Aru Adolof Pokar, Sekretaris Dinas Yadi Wibowo, Kepala Bidang SD Thimotius Jamco, Kepala SD Naskat Yos Sudarso 2 Dobo Pedtra Adjas, Kepala SD Kristen Gardakau Dorce D. Garpenassy, S.Pd., Kepala Desa Durjela Maxs Kobrua, para guru pendamping, serta tokoh adat setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....