Kapel Kilo 9 Dobo Perkuat Iman dan Ekonomi Umat
- 23 Mei 2026 20:16 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Tual : Keberadaan Kapel Santo Yosep di kawasan Kilo 9 Dobo membawa dampak besar bagi kehidupan umat Katolik setempat, baik dalam penguatan iman maupun peningkatan ekonomi warga.
Salah satu umat Katolik di Komunitas Basis Kilo 9 Dobo, Juliana Reyaan, mengaku bersyukur karena kini masyarakat lebih mudah mengikuti misa setiap hari Minggu setelah adanya pembangunan kapel tersebut, Minggu (17/5/2026).
Juliana mengatakan, sebelum adanya kapel, umat harus menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk mengikuti perayaan misa di gereja paroki di Kota Dobo. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat sebagian umat jarang mengikuti ibadah.
“Dengan adanya kapel ini kami sangat terharu, bersyukur, dan bangga karena gereja benar-benar memperhatikan umat kecil seperti kami. Dulu kami sangat kesulitan untuk pergi misa, tetapi sekarang kami bisa lebih rutin beribadah,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan kapel memberi dampak besar terhadap perkembangan iman umat di wilayah tersebut. Kehadiran pastor dan para pelayan gereja yang lebih dekat dengan masyarakat membuat komunikasi dan pendampingan pastoral menjadi lebih baik.

“Sekarang pastor bisa langsung datang melihat kondisi kami dan menjawab kebutuhan umat di sini. Itu yang membuat kami sangat antusias,” katanya.
Juliana menyebutkan, saat ini terdapat 13 kepala keluarga yang aktif bergabung di komunitas basis tersebut. Jumlah itu terus bertambah seiring meningkatnya semangat umat untuk beribadah.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi warga, terutama akses transportasi, penerangan listrik, dan kebutuhan air bersih. Menurutnya, keberadaan listrik sangat penting untuk mendukung aktivitas ibadah dan kegiatan umat di kapel.
“Kami berharap suatu saat kebutuhan listrik dan air bersih bisa diperhatikan karena itu sangat penting bagi perkembangan umat di sini,” ungkapnya.
Selain menjadi pusat kegiatan rohani, area sekitar kapel juga dimanfaatkan warga untuk berjualan hasil kebun setiap Minggu usai misa. Aktivitas tersebut dinilai sangat membantu perekonomian masyarakat setempat.
“Umat bisa berjualan tanpa harus pergi ke pasar. Pendapatan memang tidak besar, sekitar Rp50 ribu sampai Rp100 ribu per minggu, tetapi itu sangat membantu karena tidak perlu lagi mengeluarkan biaya transportasi,” jelas Juliana.
Ia berharap pihak gereja terus memberikan pendampingan dan motivasi kepada umat agar semakin mandiri, baik dalam kehidupan rohani maupun ekonomi.
Juliana juga berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru dapat memperhatikan kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut, terutama terkait listrik, air bersih, dan fasilitas pendukung lainnya.
“Kami berharap pemerintah bisa melihat langsung kondisi kami di sini. Semoga ada perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat dan perkembangan umat di Komunitas Basis Kilo 9 Dobo,” harapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....