Raker Kolese Yos Sudarso Dobo Tahun Ajaran 2026/2027 dan Pemaparan Visi-Misi YPKKA

  • 17 Jun 2026 15:12 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual - Kolese Yos Sudarso Dobo menggelar Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027 pada Selasa (16/6/2026) di Aula SD Yos Sudarso 1 Dobo, Jalan Karim Sangaji, Kelurahan Galaydubu, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIT tersebut dirangkaikan dengan pemaparan visi dan misi Yayasan Pendidikan Katolik Kepulauan Aru (YPKKA) sebagai pedoman dalam penyelenggaraan pendidikan di lingkungan Kolese Yos Sudarso Dobo.

Pemaparan visi dan misi yayasan bertujuan memperkuat pemahaman seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan terhadap arah, tujuan, serta nilai-nilai dasar yang menjadi landasan pelayanan pendidikan Katolik. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan visi dan misi yayasan dalam proses pembelajaran, pembinaan karakter peserta didik, serta pelayanan pendidikan yang berkualitas.

Rapat kerja ini juga menjadi momentum untuk menyusun program kerja sekolah selama Tahun Ajaran 2026/2027 sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan yang unggul, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Kristiani.

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Kolese Yos Sudarso Dobo, RD Rollan Ignatius Renwarin, Wakil Direktur Tobias Talangembun, Sekretaris Kolese Antonius Maru, serta para kepala sekolah dan koordinator kurikulum dari setiap unit pendidikan di lingkungan Kolese Yos Sudarso Dobo, mulai dari jenjang SD hingga SMA.

Usai kegiatan, RD Rollan Ignatius Renwarin kepada RRI menjelaskan terdapat enam poin utama yang menjadi fokus dalam rapat kerja tahun ini.

Poin pertama adalah penguatan identitas dan karakter kolese. Seluruh program dan kegiatan sekolah harus mencerminkan nilai-nilai iman, integritas, dan kedisiplinan. Pendidikan karakter juga harus terintegrasi dalam setiap mata pelajaran maupun kegiatan sekolah.

“Adanya seluruh program pembelajaran dan kegiatan sekolah, hendaknya mencerminkan nilai-nilai iman, integritas dan kedisiplinan”, kata Renwarin.

Poin kedua yakni peningkatan kualitas pembelajaran. Para guru didorong untuk menerapkan pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif, dan berpusat pada peserta didik. Selain itu, pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran perlu terus dioptimalkan.

“Dalam kualitas pembelajaran, ada beberapa hal yang disoroti yakni, guru didorong untuk menerapkan pembelajaran aktif, kreatif, inovatif dan berpusat pada peserta didik”, ujarnya.

Poin ketiga adalah penguatan perencanaan dan evaluasi kurikulum. Tim kurikulum diminta memastikan seluruh perangkat pembelajaran disusun secara lengkap dan relevan serta menjadikan hasil evaluasi semester sebelumnya sebagai dasar perbaikan program pada semester berikutnya.

Poin keempat menyangkut peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Sekolah diharapkan menyusun program pengembangan profesional secara berkelanjutan serta mendorong keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan peningkatan kapasitas.

Poin kelima adalah penguatan budaya mutu. Setiap sekolah harus memiliki target kinerja yang jelas dan terukur. Para kepala sekolah juga diminta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap pencapaian program-program sekolah.

Sementara itu, poin keenam menekankan pentingnya kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat. Menurut Renwarin, komunikasi dengan orang tua perlu ditingkatkan karena mereka merupakan mitra strategis dalam pendidikan anak. Selain itu, kerja sama dengan berbagai pihak juga perlu terus dikembangkan guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

“Kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat. Ini penting, bahwa komunikasi dengan orang tua perlu terus ditingkatkan, sebagai mitra strategis dalam pendidikan anak”, jelasnya.

Selain enam poin tersebut, rapat kerja juga menegaskan pentingnya fokus pada hasil dan dampak nyata. Keberhasilan sekolah tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari perkembangan karakter, keterampilan, serta kepedulian sosial peserta didik. Setiap program yang dijalankan diharapkan memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan.

Renwarin menjelaskan bahwa peserta rapat kerja terdiri atas para kepala sekolah dan tim kurikulum dari berbagai unit pendidikan, yakni SD Yos Sudarso 1 Dobo, SD Yos Sudarso 2 Dobo, SD Naskat Jorang, SD Naskat Kaibolafin, SMP Beltubur, SMP Kabalsiang Benjuring (Kaben), SMP Yos Sudarso Dobo, dan SMA Yos Sudarso Dobo.

Ia berharap seluruh peserta dapat melaksanakan program-program yang telah disusun dengan baik sehingga seluruh unit pendidikan dapat melangkah bersama dalam satu visi, satu semangat, dan satu komitmen untuk memberikan pendidikan terbaik bagi peserta didik yang dipercayakan kepada mereka.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh semangat kebersamaan dan diikuti oleh para pimpinan sekolah, guru, serta tenaga kependidikan di lingkungan Kolese Yos Sudarso Dobo. Rapat kerja berakhir pada pukul 15.30 WIT.

(Reporter: Bosco Korisen)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....