Umat Katolik Dobo Rayakan Kenaikan Yesus Kristus
- 19 Mei 2026 15:56 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Tual - Umat Katolik di Dobo merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus melalui misa ekaristi yang berlangsung di Gereja Santo Yosep Dobo, Kamis pagi (14/5/2026), pukul 08.30 WIT. Perayaan berlangsung khidmat, dipimpin oleh Wakil Uskup Kepulauan Aru, Pastor Tino Ulahaiyanan. Dalam homilinya, ia mengajak umat untuk memahami makna kenaikan Yesus bukan sebagai perpisahan, melainkan awal perutusan bagi setiap orang beriman.
Pastor Tino menjelaskan bahwa Injil Matius mengisahkan amanat terakhir Yesus kepada para murid untuk pergi dan menjadikan semua bangsa sebagai murid-Nya. Menurutnya, tugas perutusan itu diberikan bukan kepada orang-orang sempurna, tetapi kepada manusia biasa yang memiliki kelemahan, ketakutan, dan keraguan. Namun justru dalam keterbatasan itulah Tuhan tetap mempercayakan tugas pelayanan.
“Injil Matius mengisahkan Yesus memberikan amanat terakhir kepada para murid-murid-Nya, pergilah dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku. Inilah amanat ketika Yesus naik Surga”, kata Ulahaiyanan.
Ia menegaskan bahwa Tuhan tidak menunggu manusia menjadi sempurna untuk melayani. Dalam kehidupan menggereja, banyak umat merasa belum layak menjadi ketua lingkungan atau pelayan pastoral karena merasa memiliki banyak kekurangan. Pastor Tino mengatakan bahwa sikap seperti itu harus diubah, sebab Tuhan sendiri memilih para murid yang sederhana untuk mewartakan Injil kepada dunia.

Pastor Tino juga mengingatkan bahwa iman Katolik harus diwujudkan melalui tindakan nyata sehari-hari. Menurutnya, tanda salib sebelum makan, bekerja, maupun bertanding olahraga merupakan bentuk kesaksian iman yang sederhana namun bermakna. Dunia saat ini, katanya, lebih membutuhkan saksi iman yang hidup dalam kasih, kejujuran, dan perdamaian daripada sekadar kata-kata indah.
“Setidak-tidaknya kita umat Katolik merasa bangga, iman harus bergerak, berkerja menjadi murid Kristus itu, berarti kita diajak menghadirkan kasih Tuhan dalam keluarga, dalam sekolah, di tempat mana kita kerja, di lingkungan pekerjaan kita sehari-hari dan kita sudah melakukan semua itu”, kata Ulahaiyanan pula.
Menutup pesannya, Pastor Tino mengajak umat Katolik menjadi pembawa harapan bagi sesama, terutama di tengah dunia yang dilanda perang dan ketidakadilan. Ia menegaskan bahwa Yesus yang naik ke surga tidak meninggalkan umat-Nya, melainkan tetap menyertai Gereja hingga akhir zaman. Karena itu, umat diminta untuk terus hidup dalam kualitas iman yang nyata melalui pelayanan, perhatian kepada sesama, dan keberanian menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....