Misa Minggu Biasa XVI Gereja Santo Yoseph Dobo Dirangkai Syukuran dan Perpisahan

  • 21 Jul 2026 20:16 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Dobo : Perayaan Misa Ekaristi Hari Minggu Biasa XVI berlangsung di Gereja Santo Yoseph Dobo, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru, Minggu (19/7/2026) pukul 18.00 WIT. Perayaan misa tersebut dirangkai dengan misa syukuran atas kehadiran imam baru sekaligus acara temu pisah dengan RD Corsand Rahaded.

Misa dipimpin oleh RD Yonas Fenanlampir sebagai selebran utama, didampingi RD Corsand Rahaded dan diakon.

Dalam homilinya, RD Yonas Fenanlampir mengajak umat untuk merefleksikan makna keberadaan gereja yang megah. Menurutnya, gereja bukan hanya sekadar bangunan yang indah, tetapi harus mampu menghasilkan umat yang hidup dalam kasih dan sungguh-sungguh mengikuti Yesus Kristus.

Ia mengisahkan bahwa Gereja Santo Yoseph Dobo pernah diberkati oleh Duta Besar Vatikan untuk Indonesia. Saat itu, dirinya masih bertugas sebagai diakon dan turut mendampingi kegiatan tersebut. Namun, satu tahun kemudian, ia kembali hadir untuk memimpin Misa Perdana di gereja yang sama.

“Pertanyaan bagi kita semua, gereja yang begitu megah ini apakah menghasilkan orang-orang yang berbuat baik dan memiliki keinginan untuk mengikuti Yesus serta berbuat kasih?” ungkapnya dalam homili.

RD Yonas juga mengingatkan umat Katolik agar tidak menjadikan gereja hanya sebagai bangunan megah, sementara kehidupan umat masih diwarnai konflik, kebencian, dan tindakan saling menjatuhkan.

Ia menyinggung berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat, termasuk konflik antarwarga yang pernah terjadi di wilayah Kepulauan Aru. Menurutnya, umat harus mampu mengalahkan pengaruh kebencian dan dendam dengan kasih serta semangat pertobatan.

“Ketika kita ingin berbuat baik kepada saudara kita, jangan sampai hati kita justru dipenuhi keinginan untuk membalas dendam. Pada akhirnya, kita sendiri yang sakit, para imam juga ikut merasa prihatin,” kata Fenanlampir.

RD Yonas menegaskan bahwa bacaan-bacaan Kitab Suci pada Minggu Biasa XVI memberikan pesan penting bahwa Tuhan senantiasa memberikan kesempatan kepada manusia untuk bertobat. Meskipun peperangan, kebencian, dan perselisihan masih terjadi di berbagai tempat, umat manusia tetap diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk berubah dan kembali kepada-Nya.

“Tuhan masih memberikan kesempatan kepada kita untuk bertobat. Tuhan masih memberikan kesempatan kepada kita untuk berkumpul di gereja ini dan bersyukur kepada-Nya,” tandasnya.

Melalui perayaan misa tersebut, umat diajak untuk menjadikan Gereja Santo Yoseph Dobo bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembentukan iman, kasih, persaudaraan, dan perdamaian di tengah kehidupan masyarakat.

Usai perayaan Misa Ekaristi, acara dilanjutkan dengan ucapan terima kasih dari Ketua Dewan Gereja kepada RD Corsand Rahaded yang telah menjalankan tugas pastoral selama tiga tahun di wilayah Kepulauan Aru.

Selanjutnya, sambutan Wakil Uskup Kepulauan Aru, RP. Tino Ulahayanan, MSC, yang diwakili oleh RD Roland Ignatius Renwarin.

Dalam kesempatan tersebut, RD Corsand Rahaded menyampaikan ucapan terima kasih kepada umat Stasi Santo Yoseph Dobo atas perhatian, kebaikan dan dukungan yang diberikan selama dirinya melaksanakan tugas pastoral di Kepulauan Aru.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan berkat penutup yang dipimpin oleh RD Yonas Fenanlampir pada pukul 20.15 WIT. Setelah itu, umat melanjutkan kegiatan dengan acara makan patita bersama yang diikuti oleh tujuh rukun di Stasi Santo Yoseph Dobo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....