Peningkatan Kompetensi Guru PAKAT Aru Resmi Ditutup

  • 21 Jul 2026 20:16 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Dobo : Kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Katolik (PAKAT) Kabupaten Kepulauan Aru yang membahas penyusunan perangkat pembelajaran dan inovasi pembelajaran sebagai persiapan menghadapi Tahun Ajaran 2026/2027, resmi ditutup, Jumat (17/7/2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut, ditutup secara resmi oleh Pengawas Bimas Katolik Kabupaten Kepulauan Aru, Thobias Talangembun, S.Ag., pada pukul 16.50 WIT dan diakhiri dengan doa bersama.

Turut hadir dalam kegiatan penutupan tersebut Ketua Panitia Leonardus Ratuanik, S.Pd.Gr., serta Josis R.N.S., S.S., yang bertindak sebagai pemateri.

Dalam sambutannya, Thobias Talangembun menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi profesional para guru Pendidikan Agama Katolik melalui komunikasi, berbagi pengalaman, dan pertukaran informasi terkait penyusunan perangkat pembelajaran.

Ia menegaskan, proses pembelajaran merupakan tugas utama seorang guru. Karena itu, setiap perangkat pembelajaran yang telah disusun harus benar-benar diwujudkan dan diaplikasikan dalam proses pembelajaran di kelas.

“Segala sesuatu yang kita rancang di atas kertas akan menjadi percuma apabila tidak diwujudkan dalam proses pembelajaran. Karena itu, apa yang sudah kita susun harus benar-benar diaplikasikan di kelas,” ujarnya.

Menurutnya, peserta didik merupakan alasan utama keberadaan seorang guru. Oleh sebab itu, guru diharapkan dapat memberikan perhatian, kasih, dan pendampingan secara sungguh-sungguh kepada peserta didik melalui proses pembelajaran.

“Peserta didik ada, maka kita ada. Karena itu, kita harus berupaya untuk terus berkembang dan memberikan hati, perhatian, serta cinta kepada peserta didik melalui proses pembelajaran, terutama untuk meningkatkan iman mereka sebagai umat Katolik yang baik dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Thobias.

Thobias juga mendorong para guru untuk terus berbagi perangkat pembelajaran, termasuk Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes), sehingga dapat menjadi acuan bersama dalam pelaksanaan pembelajaran selama satu tahun ajaran. Ia mengusulkan agar ke depan dilakukan pertemuan bersama yang melibatkan perwakilan guru jenjang SD, SMP, dan SMA untuk membahas serta menyusun perangkat pembelajaran bersama, sehingga guru yang berada di desa maupun di kota dapat mengacu pada perangkat pembelajaran yang sama.

“Dengan cara itu, kita dapat menyusun program selama satu tahun dan satu semester secara lebih terarah. Kita bisa saling berbagi dan menyusun perangkat pembelajaran yang menjadi acuan bersama,” jelasnya.

Selain itu, Thobias berharap hasil kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru PAKAT dapat disusun dalam bentuk laporan dan disampaikan kepada Pengawas PAKAT serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Aru sebagai bahan dokumentasi dan tindak lanjut. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan panitia yang telah mengikuti kegiatan selama dua hari serta bekerja keras dalam menyusun berbagai perangkat pembelajaran.

Sementara itu, Ketua Panitia Leonardus Ratuanik, S.Pd.Gr., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut terlaksana berdasarkan kesepakatan dan kebijakan bersama seluruh guru Pendidikan Agama Katolik, baik PNS, PPPK, maupun non-PNS Menurutnya, seluruh pembiayaan kegiatan ditanggung secara mandiri oleh para guru tanpa adanya unsur paksaan dari pihak mana pun.

“Ini merupakan kebijakan dan kesepakatan dari seluruh guru Pendidikan Agama Katolik, baik PNS, PPPK maupun non-PNS. Kegiatan ini dibiayai sendiri, tanpa ada unsur paksaan dari siapa pun. Namun, karena kami sangat peduli terhadap pendidikan, maka kegiatan ini patut untuk dilaksanakan,” ungkapnya.

Leonardus menambahkan, pelaksanaan kegiatan tersebut juga mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Aru Ia menilai, dukungan dan kebersamaan para guru menjadi faktor penting sehingga kegiatan peningkatan kompetensi tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar, meskipun tanpa dukungan anggaran khusus.

“Kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar karena adanya kebijakan dan kebersamaan dari para guru. Tanpa dana khusus, tetapi karena adanya kepedulian dan komitmen bersama terhadap pendidikan, kegiatan ini bisa terlaksana,” kata Leonardus.

Leonardus menegaskan, kegiatan peningkatan kompetensi guru Pendidikan Agama Katolik merupakan upaya bersama, dari guru, oleh guru, dan untuk guru, guna mendukung peningkatan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Katolik di Kabupaten Kepulauan Aru.

“Dengan memohon petunjuk dan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, saya menutup seluruh kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Katolik secara resmi,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....