Industri Pariwisata Lokomotif Ekonomi Keluarga
- 18 Mei 2026 14:44 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Pelaku UMKM di Pantai Ngurbloat Ohoi Ingilngof, Deddi Fofid mengapresiasi kegiatan Pemda Maluku Tenggara dan LPP RRI Tual, dalam Dialog Maluku Tenggara Menyapa menjadi Pelopor Promosi Pariwisata di Kepulauan Kei, Senin (18/5/2026).
“Saya mendukung kegiatan di pagi ini, Kami sangat berterima kasih karena ada perhatian khusus dari Dinas Pariwisata maupun dari Pemda dimana mereka membantu untuk mempromosikan tempat wisata ini, berdampak positif bagi kami pelaku-pelaku ,” ucapnya.
Fofid mengaku, usaha di Ngilngof yang digeluti memberikan manfaat besar bagi seluruh Pelaku usaha, dibarengi intensitas promosi-promosi yang diadakan oleh Dinas Perwisata dan RRI Tual.
“Kami sangat sepakat, sangat mendukung dengan adanya kegiatan di pagi ini yang sangat bermanfaat untuk peningkatan kunjungan Parwisata dari Mancanegara maupun Domestik yang akan berkunjung ke Ngurbloat Beach,” tegasnya.
Fofid menggambarkan, selaku Pelaku Usaha telah berlangsung lebih dar 10 tahun menerima omset yang cukup dari dampak ekonomi keluarga, sekaligus bersyukur lewat pengelolaan Destinasi Wisata dan Kuliner, mampu membiayai anaknya hingga menyelesaikan Pendidikan S1 Manajemen Sumber Daya Manusia di Universitas Persada Indonesia Jakarta.
“Walaupun satu semesternya 12 juta, tapi kami merangkak pelan, akhirnya tercapai sudah. Puji Tuhan, tanggal 18 November kemarin anak saya selesai sarjana S1, Manajemen Sumber Daya Manusia di Universitas Persada Indonesia, berkat kami usaha disini,” tandas Fofid.
Fofid yakin, nilai Promosi yang rutin dilaksanakan Pihak -Pihak terkait, akan meningkatkan intensitas kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara, dan akan terus memaksimalkan pelayanan bagi para pengunjung, dari layanan kuliner dan fasilitas yang dimiliki.
“Puji Tuhan sekarang kami sudah punya sertifikat halal, Jadi ya kemarin-kemarin kan kami masih takut juga untuk berdagang ini, dari sisi halal ini kan belum punya sertifikat. Tapi puji Tuhan bahwa sekarang kami sudah punya sertifikat halal,” beber Fofid.
Menurutnya, beberapa menu yang disiapkan yakni, nasi ikan, bakso, Coto, gado-gado dan makanan-makanan siap saji yang dihidangkan selain produk komodiats lokal, diantaranya, Pisang Enbal, dan komoditas pangan lainnya.
“Kami punya penginapan Stephanie Cottage, kami sediakan breakfast gratis sistem Prasmanan makan makan sepuas-puasnya, sampai kenyangnya. Jadi, bukan kami sediakan hanya satu-satu porsi untuk satu-satu orang, tapi Presmanan. Ini kebetulan sudah mau berjalan 3 tahun dengan 2 kamar, tarifnya Rp.450. 000, ada AC, ada water hitter, air panas buat mandi, toilet dan Shower.
Fofid menjelaskan, jika terdapat pengunjung yang menginap di Home Stay, khusus yang beragama Islam, disiapkan Perangkat Sholat di tiap kamar, yakni kain sarung, mukenah, sajadah, guna mengakomodasi keluarga-keluarga muslim yang ingin melakukan Sholat 5 Waktu, jika tidak menyempatkan diri ke Masjid ataupun Musholah.
Dikatakan Fofid, estimasi kotor pendapatannya perhari selain kunjungan pengunjung pada hari besar ataupun hajatan yang melibatkan banyak orang, ditaksi mencapai 300 sampai 500 ribu rupiah, akan tetapi apabila padat pengunjung mampu meraup pendapatan 500 hingga 1 juta rupiah per harinya.
Menyangkut kondisi keamanan di Pantai Ngurbloat, Fofid menyatakan, terdapat peran serta aparat keamanan baik Babinsa dari Koramil dan Babinkamtibmas berkolaborasi bersama Pemerintah Ohoi dan Pelaku Usaha untuk meminimalisir peredaran Miras jenis Sopi di tempat tersebut.
“Sopi selalu mengundang kejahatan di daerah kita , maka kami berusaha untuk menjauhkan itu semuanya jadi ya ke depan mungkin kami berusaha supaya mulai dari depan siapapun yang masuk di areal pantai destinasi wisata Ngurbolat Beach tidak boleh mabuk dan dia masuk ke sini juga tidak boleh bawa Sopi. Yang ada di dalam mungkin minuman-minuman ringan yang akan kami sediakan, Jadi yang mabuk kalau bisa jangan masuk”, ulas Fofid.
Guna meminimalisir potensi gangguan keamanan, Fofid minta Wilayah Pantai harus disterilkan, dari minuman keras, demi menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung 1x24 jam, diawali dari Portal masuk, termasuk operasional pengawasan di waktu siang dan malam
“Keamanan harus ditingkatkan jadi keamanan setiap 1 jam Siang maupun malam mereka harus kontrol.Kontrol laut maupun darat, misalkan Banana boat, 50 meter ke laut. Supaya jangan mengganggu aktivitas orang yang mandi-mandi di bibir pantai,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....