Misa Paskah ke-4 di Komunitas Basis Kilo 9 Dobo Berlangsung Khidmat
- 07 Mei 2026 14:58 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Tual : Umat Katolik di Komunitas Basis Kilo 9, Jalan Belakang Wamar menuju Desa Durjela, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru, menggelar Misa Ekaristi Minggu Paskah ke-4 pada Minggu (3/5/2026). Perayaan berlangsung khidmat dan penuh sukacita iman.
Misa yang dimulai pukul 11.42 WIT ini dipimpin oleh Wakil Uskup Kepulauan Aru, RP Tino Ulahyanan. Turut hadir Ketua Dewan Gereja Stasi Santo Yosep Dobo Menase Boger bersama Sekretaris Yos Sudarso Labok, jajaran pengurus Komunitas Basis (Kombas), serta umat Stasi Santo Yosep Dobo. Hadir pula mantan Ketua Dewan Gereja Santa Maria De Fatima Dobo, Yosep Lakesianan beserta keluarga dan para ketua rukun setempat.
Dalam homilinya, RP Tino Ulahaiyanan mengangkat tema tentang tanggung jawab terhadap sesama sebagai wujud cinta sejati. Ia membagikan pengalaman awal pembentukan komunitas basis yang sempat diwarnai keraguan, termasuk ketika Ketua Kombas, Titus, awalnya menolak tugas yang diberikan.

“Saya sempat berdoa di kapel, menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Jika ini pekerjaan Tuhan, maka pasti akan diberi jalan. Dan benar, setelah dihubungi kembali, beliau akhirnya bersedia menerima tugas tersebut,” ujar Ulahaiyanan.
Ia juga mengakui sempat meragukan keterlibatan umat di wilayah tersebut. Namun, kenyataan di lapangan justru menunjukkan antusiasme yang besar. Umat hadir dan terlibat aktif, bahkan sebelumnya telah melaksanakan doa Rosario bersama sebagai bagian dari persiapan rohani.
“Hari ini menjadi bukti bahwa ini adalah karya Roh Kudus. Apa yang kita khawatirkan tidak terjadi. Saya terharu melihat begitu banyak umat yang hadir dan beriman,” kata Ulahaiyanan.
Menurutnya, peristiwa ini menjadi momentum penting bagi umat yang selama ini tersebar (Diaspora) dan jauh dari pusat kegiatan gereja. Ia menegaskan bahwa kehadiran Komunitas Basis menjadi tanda bahwa umat tetap berjalan bersama dalam iman, bukan sendiri-sendiri.
Dalam kesempatan tersebut, RP Tino Ulahaiyanan juga menyampaikan rencana pembangunan kapel kecil di lokasi tersebut. Ia menyebut bahwa lahan untuk pembangunan telah diserahkan secara resmi kepada pihak stasi sebagai tempat berkumpul umat di wilayah itu.

Lebih lanjut, ia mengajak umat untuk menyerahkan segala kekhawatiran dan kegelisahan kepada Yesus Kristus.
“Yesus tidak hanya menunjukkan jalan, tetapi Dia sendiri adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Ketika kita percaya kepada-Nya, kita akan memperoleh keselamatan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa menjauh dari Tuhan hanya akan membawa penderitaan, sementara membuka hati kepada-Nya akan mempersatukan setiap pergumulan hidup dengan kasih Allah.
Misa Ekaristi ditutup pada pukul 12.40 WIT dengan berkat penutup, dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama serta ramah tamah dalam jamuan makan siang yang mempererat kebersamaan umat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....