SMA Negeri 3 Kepulauan Aru umumkan hasil kelulusan, 308 siswa lulus 100 Persen

  • 06 Mei 2026 15:35 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual - SMA Negeri 3 Kepulauan Aru mengumumkan hasil kelulusan siswa secara Daring, sesuai petunjuk teknis dari pemerintah provinsi. Pengumuman tersebut dilaksanakan pada Selasa, (5/5/2026).

Sebanyak 308 siswa dinyatakan lulus 100 persen, terdiri dari 173 siswa perempuan dan 135 siswa laki-laki. Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Kepulauan Aru, Fatima Efruan S. Pd., dalam keterangannya menyampaikan apresiasi kepada orang tua siswa yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka selama tiga tahun di sekolah tersebut.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada orang tua yang sudah mempercayakan anak-anaknya di SMA Negeri 3. Ini menjadi penghargaan bagi kami," ujarnya, diruang kerjanya, siang.

Selain itu, ia juga memberikan apresiasi kepada para guru, tenaga kependidikan, serta seluruh stakeholder yang telah bekerja sama dan berkolaborasi dalam mendukung proses pendidikan hingga para siswa mencapai tahap kelulusan.

Kepada para siswa, lanjutnya, ia menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun memasuki dunia kerja.

"Perjuangan belum selesai. Kalian harus terus belajar dan mempersiapkan diri untuk bersaing di masa depan," pesannya.

Ia juga mengingatkan para siswa agar merayakan kelulusan dengan cara yang positif dan tidak berlebihan. Siswa diminta untuk bersyukur bersama keluarga di rumah serta menghindari tindakan yang dapat meresahkan masyarakat.

"Tidak boleh ada konvoi, mabuk-mabukan, atau coret-coret seragam. Jaga ketertiban dan keamanan lingkungan," tegasnya.

Dalam proses menuju kelulusan, siswa telah melewati berbagai tahapan evaluasi, mulai dari ujian praktik hingga ujian sekolah.

Ujian praktik, kata dia, meliputi mata pelajaran Seni Budaya, Prakarya, dan PJOK, termasuk penampilan budaya daerah, pembuatan makanan khas, serta praktik renang sebagai bekal bagi siswa yang bercita-cita masuk TNI dan Polri.

Selain itu, siswa juga mengikuti try out berbasis komputer selama enam hari, sebelum akhirnya menjalani ujian sekolah yang berlangsung selama enam hari menggunakan sistem berbasis kertas.

Kepala sekolah menjelaskan, penggunaan sistem ujian kertas dipilih untuk menjaga kebersamaan dan kekompakan siswa selama proses ujian berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....