Umat Stasi ST.Yosep Dobo Gelar Misa Ekaristi Memperingati Hari Raya Kabar Sukacita

  • 30 Mar 2026 03:18 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual : Umat Katolik Stasi Santo Yosep Dobo menggelar Misa Perayaan Ekaristi dalam rangka memperingati Hari Raya Kabar Sukacita di Gereja St. Yosep, Rabu (25/3/2026). Perayaan yang dimulai pukul 18.00 WIT tersebut dipimpin oleh RD Corsand Rahaded.

Dalam homilinya, RD Corsand Rahaded menjelaskan bahwa Hari Raya Kabar Sukacita mengingatkan umat pada peristiwa di Nazareth yang mengubah sejarah keselamatan. Peristiwa tersebut terjadi saat Allah menyapa Perawan Maria dengan cara yang istimewa, sebagai bagian dari rencana keselamatan umat manusia.

“Hari Raya Kabar Sukacita membawa kita kembali ke sebuah momen kecil di Nazaret, yang mengubah seluruh jaman di sejarah keselamtan kepada seorang perawan Maria, dengan sapaan yang luar biasa. Karena bukan secara administratif dari surga saja, melainkan tercipta dari Allah kepada manusia”, kata Rahaded.

Ia menegaskan bahwa Allah Yang Maha Kuasa memilih bekerja sama dengan manusia untuk menghadirkan keselamatan di dunia. Menurutnya, respons awal Maria yang bertanya merupakan hal yang manusiawi, namun Malaikat Gabriel meneguhkan dengan pesan, “Jangan takut, hai Maria.”

Rahaded juga mengungkapkan bahwa rasa takut kerap menjadi tantangan dalam menjalankan kehendak Tuhan. Ketakutan akan penilaian dan risiko sering membuat manusia ragu, namun iman menuntun pada kepercayaan dan ketenangan dalam menjalani rencana Allah.

Gereja Santu Yosep Dobo Kabupaten Kepulauan Aru. Foto : (RRI / Bosko Korisen.)

“Saat Tuhan menyapa kita dengan rencana-Nya yang besar, seringkali kita merasakan getaran yang tidak nyaman, namun jawaban Malaikat Gabriel itu sungguh menyenangkan. “Jangan takut, Hai Maria”, kata Rahaded lagi.

Ia menambahkan, Maria tidak menuntut jaminan kenyamanan, melainkan percaya penuh bahwa bagi Allah tidak ada yang mustahil. Melalui ketaatannya, Maria membuka jalan bagi karya keselamatan yang kini dikenal umat beriman.

Hari Raya Kabar Sukacita, lanjutnya, menjadi panggilan bagi umat untuk merefleksikan keberanian dalam menjawab kehendak Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Umat diajak meneladani Maria dengan membuka hati, mendengarkan panggilan Tuhan, serta melangkah dalam iman meski menghadapi ketidakpastian.

Misa Ekaristi tersebut diakhiri dengan berkat penutup sekitar pukul 19.08 WIT. Suasana perayaan berlangsung khidmat dan penuh penghayatan dari seluruh umat yang hadir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....