Kepala SDN Papakula Minta Perhatian Pemda Aru untuk Pembangunan Gedung Sekolah

  • 30 Mei 2026 09:57 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual : Kepala SD Negeri Papakula, Lasarus Boger, meminta perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, untuk membantu pembangunan gedung sekolah yang layak, guna menunjang proses belajar mengajar. Dikatakan, saat ini SD Negeri Papakula belum memiliki gedung permanen, sehingga kegiatan belajar mengajar sementara dilaksanakan di balai desa. Kondisi tersebut dilakukan agar anak-anak tetap dapat memperoleh pendidikan sebagaimana siswa di sekolah lainnya di Kabupaten Kepulauan Aru.

"Kondisi sekolah saat ini memang belum layak. Namun demi menyelamatkan pendidikan anak-anak dan memenuhi kebutuhan mereka akan ilmu pengetahuan, kami terpaksa menggunakan gedung yang ada meskipun jauh dari kata ideal," ujar Boger di Dobo, Jumat (29/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa keberadaan SD Negeri Papakula mendapat dukungan penuh dari tokoh adat, tokoh agama Islam dan Kristen, serta masyarakat setempat. Menurutnya, kebutuhan akan sekolah negeri muncul karena daya tampung sekolah yang ada sebelumnya sudah tidak mencukupi.

"Tahun 2025 lalu masyarakat memanfaatkan peluang untuk menghadirkan sekolah negeri di Desa Papakula. Hal ini dilakukan agar anak-anak memiliki akses pendidikan yang lebih luas dan cita-cita masyarakat untuk memiliki sekolah negeri dapat terwujud," kata Boger.

Boger menuturkan, SD Negeri Papakula baru dibentuk pada tahun 2025, dan saat ini baru memiliki dua tingkat kelas, yakni kelas I dan kelas II dengan total 50 siswa. Masing-masing kelas berjumlah 25 siswa. Namun, seluruh aktivitas belajar mengajar masih dilakukan dalam satu ruangan.

"Kondisi ini sangat mengganggu proses pembelajaran. Idealnya satu kelas maksimal 35 siswa. Jika jumlah siswa terus bertambah sementara ruang belajar tidak tersedia, tentu akan sangat sulit bagi guru untuk mengajar secara maksimal," ujarnya.

Menurutnya, pada tahun ajaran baru mendatang jumlah siswa diperkirakan akan meningkat hingga 75 sampai 80 orang. Hal itu disebabkan lulusan PAUD dan TK di desa tersebut akan melanjutkan pendidikan ke SD Negeri Papakula.

"Kalau 80 siswa harus ditampung dalam satu ruangan, tentu sangat berbahaya dan tidak efektif untuk proses belajar mengajar," kata Boger pula.

Oleh karena itu, Boger berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dapat memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan sarana pendidikan di sekolah tersebut.

"Lahan untuk pembangunan sekolah sudah tersedia. Kami tidak mendesak, tetapi berharap ada dukungan dari berbagai pihak agar usulan ini dapat sampai kepada pemerintah daerah sehingga bantuan pembangunan gedung sekolah dapat direalisasikan," ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan masyarakat terhadap keberadaan SD Negeri Papakula sangat besar. Bahkan, warga telah menyiapkan lahan yang lokasinya berada sekitar 10 meter dari gedung SMP setempat dan siap bergotong royong apabila pembangunan sekolah direalisasikan.

"Orang tua siswa sangat antusias mendukung sekolah ini. Mereka sudah menyiapkan lahan dan siap bekerja bersama apabila pemerintah daerah memberikan bantuan pembangunan gedung sekolah," tutup Boger.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....