Potret Ekonomi Kota Rujukan Pembangunan Berkelanjutan

  • 22 Mei 2026 17:28 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual - Kepala BPS Kota Tual, Avia J. Leatemia mengatakan, pentingnya Potret Pembangunan Ekonomi bertujuan untuk mengetahui Presentasi kemajuan 10 tahun sebelumnya, saat masih dalam Kabupaten Maluku Tenggara sebagai Daerah Induk dan setelah melalui Pemekaran, Jumat (22/5/2026).

“Karena berdasarkan, pelaksanaan sensus itu pak, biasanya ada yang namanya prelis atau ground check untuk melihat seberapa banyak kekuatan yang ada di Tual. Berdasarkan prelis tersebut diperkirakan, kondisi sekarang ada usaha besar itu sebanyak 8, usaha menengah itu ada 30 dan usaha kecil mikro itu ada kurang lebih 9 ribuan,” jelasnya.

Leatemia mengapresiasi dukungan Masyarakat dan Pemerintah Kota Tual dan berharap potret perekonomian ini dapat terbaca, berkolaborasi membangun Kota Tual, membangun Indonesia melalui data yang akan diperoleh dari setiap target pendataan.

“Saya minta ketika petugas datang, jangan sampai menolak memberikan data dengan baik, memberikan data dengan jujur, karena itu menjadi landasan bagi Pemerintah untuk mengambil kebijakan,” ajaknya.

Leatemia juga menggambarkan, angka inflasi diawal Mei makin menurun, dari Januari sampai dengan April 2026, masing - masing Januari itu mencapai 7,97 persen, Februari mengalami penurunan menjadi 6,77 persen, Maret juga mengalami penurunan 5,69 persen dan di April kemarin mencapai 4,99 persen namun ini masih cukup tinggi karena range inflasi itu dari 2 sampai 3,5.

“Jadi kalau di atas 3,5 masih termasuk sangat tinggi namun kami sangat apresiasi karena pemerintah kota tual terus hadir dengan program-program untuk mengendalikan inflasi. Itu menunjukkan bahwa pemerintah daerah ini semakin hari semakin giat meluncurkan program-program untuk mengendalikan inflasi tersebut.,” katanya.

Menurutnya Pemerintah fokus memperhatikan inflasi yang dapat mengendalikan inflasi yang menurut data BPS, Kota Tual pada ukuran inflasi dari tahun ke tahun atau year on year atau bulan ke bulan atau mantuman itu selalu tinggi.

“Nah, inflasi itu selalu dipicu oleh ikan, telur, beras, cabai rawit. Tiga bulan terakhir ini itu sangat dipicu oleh listrik. jadi kalau dari year on year, di tahun kemarin itu ada promosi untuk harga listrik, dan di tahun ini tidak berlaku lagi promosinya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....