IMF Prediksi Ekonomi Global Tetap Stagnan

  • 26 Jan 2025 21:35 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur: Sejalan dengan kinerja APBN 2024, stabilitas sistem keuangan (SSK) pada triwulan IV 2024 juga tetap terjaga di tengah divergensi pertumbuhan ekonomi dunia serta ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat, ungkap Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, Minggu (25/1/2025).

Dikatakan, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global tahun 2025 masih akan stagnan sebesar 3,3% (yoy), meski demikian, ekonomi Indonesia tetap resilien dengan pertumbuhan ekonomi yang diprakirakan sebesar 5% (yoy) di tahun 2024 dan 5,2% (yoy) di tahun 2025, didukung oleh kenaikan investasi dan terjaganya konsumsi rumah tangga.

Resiliensi tersebut juga tercermin dari nilai inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) yang terjaga dalam kisaran sasaran inflasi IHK bulan Desember 2024 tercatat sebesar 1,57% (yoy) dan inflasi inti terkendali pada level 2,26% (yoy), ucap Sri Mulyani.

Hingga akhir tahun 2024, APBN juga bekerja keras dengan kinerja yang positif untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi, serta memelihara momentum pertumbuhan.

Pemerintah terus mengoptimalkan peran APBN sebagai Shobk Absorber sekaligus sebagai Agen Pembangunan untuk akselerasi pencapaian target pembangunan melalui sejumlah kebijakan.

“Saya bersama Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Mahendra Siregar, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan, Purbaya Yudhi Sadewa berkomitmen untuk terus memperkuat kewaspadaan serta meningkatkan sinergi dalam mengantisipasi potensi risiko dari perkembangan ekonomi dan dinamika geopolitik dunia terutama rambatannya pada perekonomian dan sektor keuangan domestic”, harap Sri Mulyani.

KSSK juga telah dan terus berkomitmen untuk mendukung program-program prioritas Presiden dan Wakil Presiden pada tahun 2025, seperti program makan bergizi gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, dan pembangunan sekolah, guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan, tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....