Bupati Thaher Minta Pencegahan Stunting Dimulai sebelum Menikah

  • 04 Sep 2026 13:25 WIB
  •  Langgur

RRI.CO.ID, Langgur – Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun mendorong pencegahan stunting dimulai sejak sebelum pasangan menikah. Ia meminta calon pengantin memahami kesehatan, pola hidup, dan pemenuhan gizi sebagai bekal mempersiapkan kehamilan. Pesan tersebut disampaikan saat membuka Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Ohoi Dunwahan, Kecamatan Kei Kecil, Selasa (1/9/2026).

Menurut Thaher, pemerintah tidak boleh menunggu sampai anak lahir dan mengalami gangguan pertumbuhan untuk melakukan pencegahan. Edukasi kesehatan harus menyentuh remaja dan calon pengantin agar mereka memiliki bekal sebelum membangun keluarga.

"Stunting merupakan masalah yang harus kita cegah sejak dini. Pencegahan tidak dimulai ketika anak sudah mengalami stunting, tetapi harus dimulai sejak masa remaja dan calon pengantin," ujarnya.

Puskesmas dan tenaga kesehatan juga didorong aktif menjangkau pasangan yang akan menikah. Pemeriksaan kesehatan sekaligus edukasi dapat membantu calon pengantin memahami kondisi kesehatan dan pola hidup yang harus dijaga sebelum kehamilan.

Kebiasaan merokok menjadi salah satu hal yang turut disoroti, terutama ketika istri memasuki masa kehamilan. Kondisi tersebut dapat mengganggu kesehatan ibu dan anak.

"Jangan dibiarkan begitu saja, nikah terus anak muda masih merokok, sementara istrinya hamil atau apa, itu sangat-sangat mengganggu," katanya.

Selain pola hidup, calon orang tua juga harus memahami pentingnya makanan bergizi. Pengetahuan ini membantu mereka memilih asupan yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang janin.

Di sisi lain, masyarakat diminta segera memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan ketika menemukan keluhan atau tanda gangguan kesehatan. Layanan dokter spesialis anak dan THT yang tersedia dalam kegiatan tersebut dapat dimanfaatkan sesuai kondisi yang dialami.

"Segera manfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan apabila ditemukan keluhan atau tanda-tanda gangguan kesehatan, baik itu paru, kuping dan lain-lain. THT, dokter anak semua," katanya.

Orang tua, misalnya, dapat berkonsultasi dengan dokter ketika anak mengalami demam atau keluhan kesehatan lainnya. Pemeriksaan lebih awal membantu tenaga medis mengetahui kondisi pasien dan menentukan penanganan yang sesuai.

Germas dan CKG diharapkan tidak hanya memberikan akses pemeriksaan kesehatan, tetapi juga membangun kebiasaan masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatan. Upaya tersebut dimulai dari keluarga, termasuk mempersiapkan kesehatan orang tua sebelum memiliki anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....