Bupati Thaher Larang Kader Posyandu Diganti Sembarangan
- 04 Sep 2026 13:27 WIB
- Langgur
RRI.CO.ID, Langgur – Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun meminta kepala ohoi tidak sembarangan mengganti kader Posyandu, terutama mereka yang selama ini aktif melayani masyarakat. Pergantian kader harus melalui koordinasi dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan agar tidak mengganggu pelayanan kesehatan di ohoi.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Ohoi Dunwahan, Kecamatan Kei Kecil, Selasa (1/9/2026).
Thaher menilai kader Posyandu sudah memiliki pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh melalui proses pembelajaran. Bekal tersebut menjadi modal bagi kader dalam memberikan edukasi sekaligus membantu masyarakat mendapatkan layanan kesehatan.
"Jangan ganti kepala ohoi, ganti pejabat ohoi lalu kamu duduk ganti-ganti kader. Itu tidak boleh. Harus koordinasi," ucap Thaher.
Ia meminta kepala Puskesmas ikut mengawasi jika terjadi pergantian kader di wilayah kerjanya. Jika menemukan persoalan, kepala Puskesmas diminta segera melapor sehingga masyarakat tidak menjadi pihak yang dirugikan.
Pergantian tetap bisa dilakukan jika kader tidak mampu menjalankan tugas, mengundurkan diri, atau sudah tidak aktif. Namun, kader yang masih aktif menjalankan pelayanan tidak boleh dicoret tanpa alasan yang jelas.
Thaher juga menyinggung kemungkinan pergantian kader setelah terjadi pergantian kepala ohoi atau pejabat ohoi. Ia menegaskan kepentingan politik tidak boleh memengaruhi keberlanjutan pelayanan kesehatan masyarakat.
"Politik itu berlalu. Sekarang ini kita hadir bersama-sama dalam melakukan pelayanan masyarakat," ujarnya.
Untuk mencegah pergantian kader Posyandu secara sembarangan, Thaher meminta Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah menyiapkan surat edaran bagi seluruh kepala ohoi dan pejabat kepala ohoi. Surat tersebut akan mengatur agar setiap pergantian kader lebih dulu dikoordinasikan dengan Puskesmas melalui Dinas Kesehatan.
Di sisi lain, pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan Germas dan CKG diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Kader, tenaga kesehatan, dan pemerintah di tingkat ohoi diimbau untuk meneruskan edukasi tersebut kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
Ia juga mengingatkan peran Posyandu sebagai salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat. Dengan menjaga kader yang aktif dan memperkuat koordinasi antar lembaga, pelayanan kesehatan di ohoi dapat terus berjalan dan menjangkau masyarakat secara lebih konsisten.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....