Kesehatan Pendengaran Anak, Bupati Malra Tekankan Deteksi sejak Dini
- 04 Sep 2026 13:25 WIB
- Langgur
RRI.CO.ID, Langgur – Gangguan pendengaran pada anak kerap luput dari perhatian orang tua karena gejalanya muncul dalam kebiasaan sehari-hari. Anak yang tidak merespons ketika dipanggil atau terus meminta volume televisi diperbesar bisa menjadi tanda yang tidak boleh diabaikan.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun saat membuka Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Ohoi Dunwahan, Kecamatan Kei Kecil, Selasa (1/9/2026).
Dalam kegiatan itu, masyarakat mendapat pemeriksaan dan edukasi langsung dari dokter spesialis anak serta dokter spesialis THT. Layanan tersebut memberikan kesempatan kepada orang tua untuk mengetahui kondisi kesehatan anak, termasuk pertumbuhan, kebutuhan gizi, hingga fungsi pendengaran.
| Baca juga: Manfaat madu untuk kesehatan anak |
Thaher mengingatkan orang tua agar tidak menunggu gangguan pendengaran semakin parah sebelum membawa anak ke dokter. Pemeriksaan lebih awal dapat membantu menemukan masalah dan menentukan penanganan yang sesuai.
"Saya mengajak para orang tua untuk tidak mengabaikan keluhan seperti anak tidak merespon suara, sering meminta suara televisi diperbesar. Itu ada tanda-tanda," ujarnya.
Gangguan pendengaran tidak hanya berkaitan dengan kemampuan anak mendengar suara. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi perkembangan kemampuan berbicara dan berkomunikasi apabila tidak segera ditangani.
Selain pemeriksaan THT, dokter spesialis anak memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak. Materi yang disampaikan mencakup kebutuhan gizi, pemberian ASI, pemantauan tumbuh kembang, serta tanda-tanda yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Upaya deteksi dini juga tidak hanya mengandalkan kegiatan pelayanan kesehatan seperti CKG. Thaher meminta Kepala Ohoi bekerja sama dengan Puskesmas menyusun jadwal pemeriksaan dan mendatangi masyarakat secara rutin agar pemantauan kesehatan dapat menjangkau keluarga di lingkungan tempat tinggal.
"Kalau tidak ada kesadaran dari Kepala Ohoi untuk bekerja sama dengan Kepala Puskesmas, bikin jadwal atau kunjungi masyarakat di rumah-rumah supaya rutin periksa kesehatan," ujarnya.
Posyandu juga didorong tetap menjadi bagian penting dalam pemantauan kesehatan masyarakat, khususnya tumbuh kembang anak. Melalui pemantauan rutin, orang tua dan kader dapat lebih cepat mengenali perubahan kondisi anak dan mengarahkan keluarga untuk mendapatkan pemeriksaan.
Kehadiran dokter spesialis anak dan THT dalam kegiatan Germas dan CKG diharapkan meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya pemeriksaan sejak dini. Dengan mengenali tanda-tanda gangguan lebih awal, orang tua dapat segera mengambil langkah sebelum masalah kesehatan anak berkembang lebih jauh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....