Perubahan Iklim Picu Risiko Penyakit, KKN UGM Fokus Edukasi Kesehatan Masyarakat

  • 30 Jun 2026 18:47 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur – Dampak perubahan iklim terhadap kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan menjadi perhatian dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kabupaten Maluku Tenggara. Melalui klaster kesehatan, mahasiswa akan melaksanakan berbagai program edukasi guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pola hidup sehat dan penggunaan obat secara bijak, Selasa (30/6/2026).

Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM, Prof. Ir. Leni Sophia Helian, mengatakan perubahan iklim berpotensi meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit, terutama di wilayah pulau-pulau kecil yang memiliki daya dukung lingkungan lebih terbatas dibandingkan pulau besar. Kondisi tersebut membuat masyarakat kepulauan perlu mendapatkan perhatian lebih dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit.

“Di dalam perubahan iklim ini banyak sekali berkembang penyakit-penyakit yang disebabkan karena perubahan cuaca, dan biasanya lebih banyak berkembang di wilayah pulau-pulau kecil,” ujarnya.

Menurut Leni, salah satu penyakit yang berpotensi meningkat akibat perubahan cuaca adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) beserta gangguan kesehatan lainnya yang berkaitan dengan kondisi lingkungan. Karena itu, isu kesehatan masyarakat menjadi salah satu fokus program pemberdayaan yang dijalankan mahasiswa selama masa pengabdian di Maluku Tenggara.

Untuk mendukung program tersebut, UGM menurunkan mahasiswa dari bidang kesehatan yang terdiri atas dua mahasiswa pendidikan profesi dokter dan mahasiswa farmasi. Mereka akan melaksanakan berbagai kegiatan edukasi kesehatan masyarakat, khususnya di Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan (KKTS).

Leni menjelaskan, mahasiswa akan memberikan pelatihan mengenai pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan berbagai penyakit yang berpotensi muncul akibat perubahan iklim. Edukasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat membangun kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan di lingkungan masing-masing.

Selain itu, mahasiswa farmasi juga akan mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan obat secara tepat dan rasional dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Leni, kebiasaan mengonsumsi obat untuk keluhan ringan tanpa pertimbangan yang tepat perlu dikurangi agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.

“Sering kali kita pusing sedikit langsung minum obat, padahal itu merupakan pola kebiasaan yang tidak sehat karena obat bagaimanapun adalah zat kimia yang perlu digunakan secara bijak,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....