Intervensi Gizi Berbasis Abon Ikan Lokal

  • 30 Jun 2026 07:42 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, sangat gencar menginisiasi program pemanfaatan pangan lokal seperti umbi-umbian (khususnya enbal dan beras warwut) serta ikan cakalang untuk program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal. Kegiatan ini bertujuan utama untuk menekan angka stunting, diversifikasi pangan, dan pemenuhan gizi masyarakat.

Sementara beberapa waktu lalu, Ketua Program Studi D3 Keperawatan Tual ( Poltekkes kemenkes Maluku) Lucky Herry Noya,S.Kep,M.Kep, mengatakan bahwa stunting merupakan masalah kesehatan yang masih mengkhawatirkan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Maluku Tenggara.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, prevalensi stunting di Maluku mencapai 26,1%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 21,6%. Ohoi Dunwahan, sebuah desa pesisir di Kecamatan Kei Kecil Timur, mengalami masalah serupa.

Data Puskesmas Kolser tahun 2023 menunjukkan bahwa 23,2% balita di desa tersebut tergolong stunting. Penyebab utama stunting di Ohoi Dunwahan adalah rendahnya asupan gizi, terutama protein hewani yang sangat penting untuk perkembangan anak usia dini.

Meskipun ikan melimpah di kawasan pesisir, konsumsi ikan di rumah tangga masih terbatas, dan produk olahan tahan lama seperti abon ikan jarang ditemui. Selain itu, rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang untuk balita turut memperburuk kondisi tersebut.

“Untuk mengatasi permasalahan ini, tim pengusul dari Politeknik Kesehatan Kemenkes Maluku Prodi D-3 Keperawatan Tual mengusulkan program pengabdian masyarakat dengan judul "GIZI OHOI: Intervensi Gizi Berbasis Abon Ikan Lokal untuk Pencegahan Stunting di Ohoi Dunwahan." Jelas Lucky Herry Noya

Diyakini program tersebut bertujuan untuk mengurangi angka stunting dengan mengembangkan abon ikan lokal yang bergizi tinggi dan tahan lama sebagai makanan tambahan bagi balita. Pendekatan ini mengandalkan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan abon ikan yang dapat dilakukan oleh ibu rumah tangga dan kader Posyandu.

Solusi yang ditawarkan meliputi pelatihan pengolahan ikan menjadi abon ikan yang mudah disiapkan dan dikonsumsi oleh anak-anak. Selain itu, program ini akan meningkatkan pemahaman ibu rumah tangga mengenai pentingnya konsumsi gizi seimbang melalui edukasi berbasis potensi lokal. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, program ini diharapkan mampu mengatasi masalah gizi secara berkelanjutan.

Kata Herry Noya, luaran yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain produk abon ikan lokal yang dapat meningkatkan status gizi balita, modul edukasi gizi berbasis pangan lokal, serta peningkatan kapasitas kader Posyandu dalam memberikan penyuluhan dan pengolahan pangan bergizi. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai cara mencegah stunting melalui konsumsi makanan bergizi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....