Cakupan 13 Desa, Puskesmas Wab Perkuat Intervensi Gizi untuk Tekan Stunting

  • 19 Jun 2026 18:18 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Cakupan wilayah kerja yang luas di daerah kepulauan masih menjadi tantangan dalam penanganan stunting di Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara. Kondisi ini menuntut penguatan layanan gizi, khususnya dalam pemantauan ibu hamil dan balita di tingkat desa, Jumat (19/6/2026).

Ahli Gizi Puskesmas Wab, Sari Wahyuni, mengatakan wilayah kerjanya mencakup 13 desa dengan sasaran pelayanan yang cukup besar. Jumlah sasaran tersebut mencapai sekitar 600 balita dan ibu hamil di wilayah kerjanya.

Dengan cakupan tersebut pihaknya masih menemukan kasus stunting yang memerlukan perhatian serius dan penanganan berkelanjutan. Kondisi itu menjadi alasan perlunya penguatan intervensi sejak dini.

“Kalau saya kan sasarannya itu kurang lebih untuk data realnya itu 600an. Terus kalau untuk stuntingnya itu bisa dia 60 sampai 65. Itu makanya kita prepare dari sejak dia seribu hari pertama kehidupan,” kata Sari.

Sari menegaskan upaya pencegahan stunting dilakukan sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) melalui penguatan pemenuhan gizi ibu hamil dan balita. Ia menekankan pentingnya intervensi khusus bagi ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) agar kondisi gizinya dapat segera diperbaiki.

“Apalagi kalau ada ibu hamil KEK, itu kita tekan, kita harus kasih makan sampai lingkar lengan atasnya itu normal,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu strategi penting dalam pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah pemanfaatan bahan pangan lokal yang tersedia di lingkungan masyarakat. Hal ini lebih realistis mengingat kondisi wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan distribusi bahan pangan dari luar daerah.

“Di pasar dan di kebun kan banyak, ada jantung pisang, ada ikan, semua itu bisa dimanfaatkan dan diolah untuk PMT,” ucapnya.

Selain itu, Sari menambahkan perlunya penguatan kapasitas kader posyandu agar edukasi gizi dapat berjalan lebih efektif hingga ke masyarakat desa. Kader Posyandu memiliki peran penting dalam mendampingi keluarga sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting di tingkat desa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....