Bupati Malra Apresiasi Hiasan Pangan Lokal sebagai Media Edukasi Stunting
- 18 Jun 2026 13:25 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur – Hamparan sayur-mayur, buah-buahan, umbi-umbian, hingga tanaman pekarangan yang biasanya tersaji di kebun warga tampil berbeda di Ohoimel Resort Ohoililir, Kamis (17/7/2026). Di tangan kader Posyandu, anggota PKK, dan kelompok Dasawisma, hasil kebun tersebut disulap menjadi dekorasi panggung yang menarik dalam kegiatan Pembekalan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal bagi ibu hamil dan balita.
Kreativitas itu mendapat apresiasi langsung dari Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun saat menghadiri kegiatan yang menjadi bagian dari upaya percepatan penurunan stunting dan peningkatan status gizi masyarakat. Menurutnya, dekorasi yang memanfaatkan hasil kebun warga tidak hanya memperindah lokasi kegiatan, tetapi juga menjadi media edukasi tentang pentingnya pemanfaatan pangan lokal dalam kehidupan sehari-hari.
Berbagai jenis sayuran, buah-buahan, dan tanaman pangan yang ditata menyerupai rangkaian bunga menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta yang berasal dari wilayah kerja Puskesmas Danar, Ohoira, Wab, Debut, dan Ngilngof. Seluruh bahan dekorasi tersebut merupakan hasil pekarangan rumah dan kebun yang selama ini juga menjadi fokus pembinaan kelompok PKK dan Dasawisma di desa-desa.
Hanubun menilai kreativitas para kader menunjukkan bahwa program kesehatan, pemberdayaan keluarga, dan ketahanan pangan dapat berjalan beriringan. Melalui gerakan PKK dan Dasawisma, masyarakat didorong memanfaatkan lahan pekarangan untuk menghasilkan bahan pangan bergizi yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan keluarga sekaligus membantu pencegahan stunting.

"Kita bersyukur bahwa di tengah kesulitan keuangan negara, kita masih bisa melakukan kegiatan seperti ini. Terima kasih buat ibu-ibu kader yang luar biasa," kata Hanubun.
Ia menjelaskan konsep penggabungan kegiatan beberapa puskesmas dalam satu lokasi juga dilakukan sebagai bentuk efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas pelaksanaan program. Bahkan kolaborasi tersebut justru melahirkan ide-ide kreatif yang mampu menjadi contoh bagi daerah lain.
Bupati mengaku terkesan melihat hasil kebun yang biasanya hanya dikonsumsi keluarga kini ditampilkan sebagai simbol keberhasilan pemanfaatan pekarangan rumah. Baginya, dekorasi tersebut menggambarkan bahwa pangan lokal bukan sekadar sumber makanan, tetapi juga identitas, kreativitas, dan kekuatan masyarakat desa dalam mendukung pembangunan kesehatan.
"Indonesia sedang menghadapi kesulitan keuangan, tetapi kita masih mampu berkreasi secara luar biasa. Mudah-mudahan apa yang dibuat di sini bisa menjadi contoh dan ditiru di tempat lain," ujarnya.
Kegiatan pembekalan PMT berbasis pangan lokal ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan tambahan bergizi bagi ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan balita dengan berat badan kurang. Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berharap para kader, PKK, dan Dasawisma dapat menjadi ujung tombak edukasi gizi sekaligus penggerak pemanfaatan pekarangan rumah untuk mendukung penurunan stunting secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....