PKK dan Dasawisma Didorong Perkuat Pemanfaatan Pangan Lokal untuk Cegah Stunting
- 18 Jun 2026 15:09 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur – Pemanfaatan pangan lokal menjadi salah satu kunci penting dalam upaya percepatan penurunan stunting dan peningkatan status gizi masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara. Karena itu, Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun mendorong peran aktif kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, dan Dasawisma untuk mengoptimalkan potensi pangan yang tersedia di lingkungan masyarakat.
Hal itu disampaikan Hanubun saat membuka kegiatan Pembekalan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal bagi ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan balita berat badan kurang (underweight) di Ohoimel Resort Ohoililir, Rabu (17/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti kader Posyandu dari wilayah kerja Puskesmas Danar, Ohoira, Wab, Debut, dan Ngilngof sebagai bagian dari program peningkatan kapasitas kader kesehatan masyarakat.
Menurut Hanubun, pelatihan tersebut memiliki nilai strategis karena membekali kader dengan pengetahuan dan keterampilan mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan bergizi bagi ibu hamil dan balita. Potensi pangan yang tersedia di sekitar masyarakat mampu menjadi solusi dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga apabila dikelola secara baik.
"Pelatihan ini sangat penting dan strategis karena akan memberikan pengetahuan dan keterampilan yang memadai bagi kader Posyandu dalam mengolah bahan pangan lokal yang ada di sekitar kita. Ini berasal dari kita, diolah oleh kita, dan untuk kita," kata Hanubun.
Ia menjelaskan pangan lokal memiliki keunggulan karena lebih mudah diperoleh, segar, dan dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Berbagai hasil kebun seperti sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, dan tanaman pangan lainnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber gizi yang sehat untuk mendukung tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu hamil.
Bupati juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali peran Dasawisma sebagai ujung tombak pemberdayaan keluarga di tingkat lingkungan. Keberadaan Dasawisma pada masa lalu terbukti membantu keluarga dalam berbagai program kesehatan, termasuk penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak.
"Kalau dulu Dasawisma aktif, maka cukup membantu program seperti ini dalam memberikan makanan bergizi kepada anak secara langsung. Mudah-mudahan PKK juga dapat mengaktifkan kembali Dasawisma bersama kader untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat," ujarnya.
Melalui pembekalan ini, kader Posyandu diharapkan menjadi agen perubahan dalam pemanfaatan pangan lokal untuk pemenuhan gizi keluarga. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan di desa masing-masing guna memperkuat ketahanan pangan keluarga, menekan angka stunting, dan meningkatkan status gizi masyarakat secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....