Bupati Malra Ingatkan Pentingnya Pencegahan Stunting bagi Masa Depan Anak

  • 18 Jun 2026 15:09 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur – Stunting tidak hanya menyebabkan anak mengalami hambatan pertumbuhan fisik, tetapi juga berpotensi mengganggu perkembangan kecerdasan yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, upaya pencegahan stunting terus menjadi salah satu prioritas pembangunan kesehatan di Kabupaten Maluku Tenggara.

Hal tersebut disampaikan Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun saat kegiatan Pembekalan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal bagi ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan balita berat badan kurang (underweight) di Ohoimel Resort, Ohoililir, Rabu (17/6/2026). Kegiatan yang melibatkan kader Posyandu, pengelola program gizi, Tim Penggerak PKK, dan pemangku kepentingan kesehatan itu digelar untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan pangan lokal sebagai sumber gizi yang sehat dan berkelanjutan.

Menurut Hanubun, stunting merupakan persoalan yang sangat penting dan strategis karena menjadi salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan kualitas sumber daya manusia. Ia mengungkapkan sebelum tahun 2018 angka stunting di Maluku Tenggara pernah mencapai sekitar 32 persen, sehingga membutuhkan kerja keras berbagai pihak untuk menurunkannya.

"Stunting pada tahun sebelumnya cukup tinggi di Maluku Tenggara, sampai mencapai 32 persen. Tetapi melalui berbagai upaya dan kerja keras bersama, termasuk saat menghadapi pandemi COVID-19, angkanya terus mengalami penurunan," kata Hanubun.

Ia menjelaskan sebagian besar masyarakat masih memahami stunting hanya sebagai kondisi anak bertubuh pendek atau memiliki berat badan yang tidak seimbang. Padahal, dampak stunting jauh lebih luas karena dapat memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas seseorang saat dewasa nanti.

"Anak-anak yang kerdil, pendek, kecil, dan berat badan tidak seimbang memang merupakan dampak stunting. Tetapi ada juga stunting yang kadang tidak kita sadari karena fisiknya terlihat normal, namun perkembangan kecerdasannya terganggu akibat kekurangan gizi," ujarnya.

Hanubun menuturkan pemenuhan gizi yang baik sejak masa kehamilan hingga usia balita menjadi faktor penting dalam membentuk generasi yang sehat dan cerdas. Karena itu, kader Posyandu memiliki peran strategis sebagai ujung tombak edukasi kepada masyarakat mengenai pola makan sehat, pemanfaatan pangan lokal, serta pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak.

Menurutnya, kegiatan pembekalan PMT berbasis pangan lokal menjadi langkah konkret untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengolah bahan pangan yang tersedia di sekitar lingkungan masyarakat. Dengan memanfaatkan hasil kebun, pekarangan rumah, sayuran, buah-buahan, dan sumber pangan lokal lainnya, keluarga dapat memenuhi kebutuhan gizi tanpa harus bergantung pada produk pangan yang mahal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....