Intervensi Gizi Berbasis Abon Ikan Lokal
- 03 Mei 2026 19:57 WIB
- Tual
Poin Utama
- Penyebab utama stunting di Ohoi Dunwahan
RRI.CO.ID, Langgur - Stunting merupakan masalah kesehatan yang masih mengkhawatirkan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Maluku Tenggara. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, prevalensi stunting di Maluku mencapai 26,1%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 21,6%.
Ohoi Dunwahan, sebuah desa pesisir di Kecamatan Kei Kecil , mengalami masalah serupa. Data Puskesmas Kolser tahun 2023 menunjukkan bahwa 23,2% balita di desa tersebut tergolong stunting. Penyebab utama stunting di Ohoi Dunwahan adalah rendahnya asupan gizi, terutama protein hewani yang sangat penting untuk perkembangan anak usia dini.
Demikian diterangkan oleh seorang dosen pengampu pada Poltekes Kementerian Kesehatan Maluku, Muhammad Amrullah,S.Kep, M.Kep di sela-sela kegiatan “Intervensi Gizi Berbasis Abon Ikan Lokal untuk Pencegahan Stunting di Ohoi Dunwahan Maluku Tenggara sabtu (02/5/2026).
Dikatakan, meskipun ikan melimpah di kawasan pesisir, konsumsi ikan di rumah tangga masih terbatas, dan produk olahan tahan lama seperti abon ikan jarang ditemui. Selain itu, rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang untuk balita turut memperburuk kondisi tersebut. Untuk mengatasi permasalahan ini, tim pengusul dari Politeknik Kesehatan Kemenkes Maluku Prodi D-3 Keperawatan Tual mengusulkan program pengabdian masyarakat dengan judul "GIZI OHOI" Intervensi Gizi Berbasis Abon Ikan Lokal untuk Pencegahan Stunting di Ohoi Dunwahan. Program ini bertujuan untuk mengurangi angka stunting dengan mengembangkan abon ikan lokal yang bergizi tinggi dan tahan lama sebagai makanan tambahan bagi balita.
Pendekatan ini mengandalkan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan abon ikan yang dapat dilakukan oleh ibu rumah tangga dan kader Posyandu.”Solusi yang ditawarkan meliputi pelatihan pengolahan ikan menjadi abon ikan yang mudah disiapkan dan dikonsumsi oleh anak-anak.” Jelas Amrullah
Selain itu kata Amrullah, program ini akan meningkatkan pemahaman ibu rumah tangga mengenai pentingnya konsumsi gizi seimbang melalui edukasi berbasis potensi lokal. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, program ini diharapkan mampu mengatasi masalah gizi secara berkelanjutan.
Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain produk abon ikan lokal yang dapat meningkatkan status gizi balita, modul edukasi gizi berbasis pangan lokal, serta peningkatan kapasitas kader Posyandu dalam memberikan penyuluhan dan pengolahan pangan bergizi.
Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai cara mencegah stunting melalui konsumsi makanan bergizi. Pelaksanaan program akan melibatkan seluruh elemen masyarakat Ohoi Dunwahan, termasuk ibu rumah tangga, kader Posyandu, dan tokoh adat.
Ditambahkan, bahwa keberlanjutan program akan dijamin dengan penguatan kapasitas masyarakat dalam memproduksi dan mengonsumsi abon ikan, serta penguatan jejaring antara Posyandu, pemerintah desa, dan komunitas setempat. Dengan demikian, program ini dapat memberikan solusi yang berkelanjutan bagi masalah stunting di Ohoi Dunwahan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....