Wabup Malra: Cegah Stunting Tanggung Jawab Bersama

  • 29 Jul 2026 14:41 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mengajak aparatur sipil negara (ASN), sektor swasta, hingga masyarakat untuk terlibat langsung dalam upaya pencegahan stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga tren penurunan prevalensi stunting sekaligus mencegah munculnya kasus-kasus baru.

Ajakan tersebut disampaikan Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam saat membuka Sosialisasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) di Aula Kantor Bupati, Langgur, Selasa (28/7/2026).

Menurut Viali, tantangan terbesar bangsa saat ini adalah menyiapkan Generasi Emas Indonesia. Upaya tersebut tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, hingga kader-kader di lapangan.

"Tantangan terbesar bangsa saat ini adalah menyiapkan generasi emas. Tantangan tersebut tidak akan bisa terselesaikan tanpa kolaborasi dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, sampai kader di tingkat desa," katanya.

Viali menjelaskan, Maluku Tenggara menunjukkan kemajuan dalam upaya penurunan stunting. Berdasarkan data Sistem Informasi Gizi Terintegrasi dan Gerakan Sayang Keluarga (SIGIZIGESKA) Terpadu prevalensi stunting saat ini berada pada angka 10,25 persen, turun dibandingkan tahun 2024 yang masih berada di kisaran 14 persen.

Meski demikian, pemerintah daerah tidak ingin hanya berfokus pada penanganan kasus yang sudah terjadi. Upaya pencegahan jauh lebih penting agar anak-anak yang berisiko stunting dapat memperoleh perhatian sejak dini.

Karena itu, GENTING hadir dengan pendekatan gotong royong melalui keterlibatan masyarakat sebagai orang tua asuh bagi keluarga yang membutuhkan pendampingan dan dukungan pemenuhan gizi. "Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting itu mencegah, bukan mengobati. Kita diajak bersama-sama bergotong royong mencegah stunting dengan menjadi orang tua asuh," ujar Viali.

Viali menegaskan, persoalan stunting bukan hanya tanggung jawab satu organisasi perangkat daerah (OPD). Penanganannya membutuhkan keterlibatan lintas sektor karena faktor penyebab stunting berkaitan dengan kondisi sosial, ekonomi, kesehatan, hingga pola pengasuhan keluarga.

“Selama ini Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mengerahkan berbagai OPD untuk bekerja bersama dalam program percepatan penurunan stunting. Namun, keterlibatan dunia usaha, BUMN, BUMD, pemerintah desa, dan masyarakat tetap menjadi faktor penting untuk memperkuat hasil yang telah dicapai,” ucapnya.

Keterlibatan berbagai pihak melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting diharapkan memperluas jangkauan intervensi bagi keluarga yang membutuhkan dukungan. Dengan demikian, upaya pencegahan dapat dilakukan lebih dini sehingga target penurunan stunting dan peningkatan kualitas generasi mendatang dapat tercapai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....