Kerang Laut dari Dunwahan: Inovasi Lokal Menjawab Ancaman Stunting

  • 25 Apr 2026 15:00 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Di pesisir Ohoi Dunwahan, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, kerang laut yang selama ini mudah dijumpai kini tak lagi sekadar hasil tangkapan biasa. Di tangan sekelompok akademisi dan masyarakat, kerang-kerang itu diolah menjadi makanan pendamping ASI (MP-ASI) untuk menjawab persoalan stunting yang masih membayangi anak-anak di wilayah tersebut, Sabtu (25/4/2026).

Masalah stunting di desa pesisir ini bukan hal baru, tetapi akarnya kerap luput dari perhatian. Hasil asesmen awal menunjukkan rendahnya konsumsi protein hewani dan terbatasnya akses pangan bergizi menjadi faktor dominan yang memengaruhi kondisi tersebut.

Inovasi ini digagas oleh para akademisi bersama masyarakat sebagai solusi berbasis potensi lokal. Salah satu pencetusnya adalah Muhammad Amrullah, dosen program studi yang terlibat langsung dalam pengembangan produk MP-ASI berbasis kerang laut di Ohoi Dunwahan.

“Kerang laut ini sangat mudah didapat oleh masyarakat pesisir, khususnya di Dunwahan, dan kandungan proteinnya sangat baik untuk pertumbuhan anak. ” ujar Amrullah.

Menurut Amrullah program ini tidak berhenti pada inovasi produk semata, tetapi juga menyasar perubahan perilaku melalui pelatihan kader Posyandu dan ibu rumah tangga. “Kami ingin masyarakat tidak hanya menerima, tetapi mampu memproduksi dan memanfaatkannya secara mandiri,” kata Amrullah.

Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diajarkan mengolah kerang laut menjadi berbagai menu MP-ASI seperti bubur, tim, hingga makanan halus yang sesuai untuk balita. Edukasi gizi juga diberikan agar para ibu memahami pentingnya pemberian makanan yang tepat dan seimbang bagi tumbuh kembang anak.

“Pendampingan ini penting agar pengetahuan yang diberikan bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Amrullah.

Ke depan, inovasi ini diharapkan tidak hanya berdampak pada penurunan angka stunting di Ohoi Dunwahan, tetapi juga menjadi model intervensi berbasis potensi lokal di wilayah pesisir lainnya. Dengan dukungan masyarakat dan kader lokal, program ini diyakini dapat berkelanjutan dan memperkuat kemandirian pangan keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....