Pelaksanaan USP di SMP St. Theresia Langgur Berjalan Lancar tanpa Kendala
- 12 Mei 2026 13:45 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Kepala SMP St. Theresia Langgur, Fransina Lerebulan, S.Pd. Fis kepada rri.co.id mengatakan, Pelaksanaan Ujian Satuan Pendidikan yang diagendakan mulai tanggal 7 Mei sampai dan tanggal 13 Mei 2026., Selasa (12/5/2026).
“Ujian Satuan Pendidikan ini, Mata pelajaran yang diuji itu, ada 7 mata pelajaran soalnya disusun oleh bapak ibu guru yang dipercayakan oleh Dinas Pendidikan untuk 4 mata pelajaran sedangkan satu agama itu dari Depag dan 2 mata pelajaran lainnya disusun oleh satuan pendidikan masing-masing, tetapi dalam Musyawarah guru mata pelajaran dalam klaster,” ucap Lerebulan.
Lerebulan menyebutkan, Klaster 2 Kei Kecil yang terdiri dari 5 Sekolah, yakni SMP Budhi Mulia, SMP Theresia, SMP Seminari dan SMP Negeri 1 Kei Kecil dan SMP Negeri 14 Kecil.
Dikatakan, Pelaksanaan Ujian berlangsung setiap hari difokuskan pada 1 Mata Pelajaran, dan Peserta Ujian di SMP St. Theresia terbagi ada 3, klasifikasi jumlah peserta 43 Peserta yang limit waktunya berakhir pada Pukul 15.00 Wit, dilalui Pengawasan silang penuh.
“Kami ada lima sekolah, melakukan pengawasan silang penuh untuk menjaga integritas, kejujuran dari masing-masing satuan pendidikan tentang pelaksanaan ujian. Nah, untuk pelaksanaan ujian ini setelah berakhir tanggal 13, peserta didik akan diliburkan sampai menunggu hasil pengumuman pada awal Juni 2026 ini,” katanya.
Menurut Lerebulan, Peserta didik di Kelas IX yang mengikuti USP di Tahun Pelajaran 2025/2026 berjumlah 129 Siswa terbagi dalam 3 sesi, dari 1 sesi terdapat 43 peserta didik selain itu yang digunakan itu berjumlah 43 ldan disedikan 2 Unit untuk menjadi cadangan, saat terjadi gangguan teknis.
Selaku Pimpinan SMP, Lerebulan mengaku, sebelumnya telah dilakukan Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang merupakan Program Kementerian Pendidikan yang orientasinya sangat penting terhadap Evaluasi kegiatan belajar di Setiap Satuan Pendidikan.
“Memang TKA kemarin sangat ketat, artinya bahwa ketika ada kecurangan-kecurangan yang terjadi di satuan pendidikan masing-masing, itu tidak diperbaiki sama sekali. Berkaitan dengan pengawasan yang dibuat oleh Kementerian,” ujarnya/.
Lerebulan menggambarkan, TKA menjadi Media untuk menguji kemampuan anak dan Program tersebut menjadi suatu Metode Unggulan oleh Pemerintah, guna mewujudkan Generasi muda pada setiap Wadah Pendidikan.
“Dari kegiatan ini memang kualitas sekolah itu, ditunjukkan sudah lewat hasil seperti begini dan kalau itu dilaksanakan, benar-benar menguji kemampuan, karena itu sistem pengawasannya ketat sekali tidak diperbolehkan satu orang pun masuk, kameranya itu dipasang untuk mengawasi,” tandasnya.
Lerebulan menggambarkan, Proses ujian TKA terpantau kamera CCTV, dan difokuskan pada peserta ujian, dan tidak diperkenankan Guru, operator maupun Proktor memasuki ruang ujian, olehnya itu hasil penilaian Kementerian terkait terhadap Konpetensi siswa benar - benar murni tanpa intervensi.
“Saya sangat berharap untuk anak-anak bahwa motivasi saya, jangan tunggu untuk nanti ujian baru datang itu belajar. Tapi paling kurang itu mulai belajar dari sekarang. Walaupun liburan tetapi di rumah itu luangkan sedikit waktu untuk bisa belajar,” ajak Lerebulan.
Melihat perkembangan Dunia pendidikan yang semakin ketat, Lerebulan mengimbau seluruh Siswa di Sekolah itu untuk tekun dalam belajar, sebab jika tidak ingin berkembang lebih baik, Peserta didik akan tergilas dan tertinggal era Digital dewasa ini.
“Harapan kami untuk orang tua itu harus memperhatikan jam belajar anak di rumah. Karena itu sangat penting, karena di sekolah kita guru punya kewajiban sudah memberikan mereka pengetahuan, tetapi paling kurang di rumah itu harus latihan secara terus menerus,” ulasnya
Lerebulan menggambarkan, total siswa di SMP St. Theresia saat ini dari Kelas VII hingga Kelas IX yakni, 335 Siswa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....