Bupati Thaher Siap Turun Tangan jika Pembangunan Air Bersih Terhambat
- 19 Sep 2026 09:27 WIB
- Langgur
RRI.CO.ID, Langgur – Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun memastikan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara siap membantu menyelesaikan berbagai hambatan dalam pembangunan jaringan perpipaan dan sambungan rumah (SR) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Thaher bahkan menyatakan siap turun langsung apabila persoalan di lapangan tidak dapat diselesaikan oleh perangkat daerah maupun pemerintah kecamatan. Hal itu disampaikan saat Sosialisasi Pembangunan Jaringan Perpipaan dan Sambungan Rumah (SR) SPAM di Ruang Rapat Kantor Bupati Maluku Tenggara, Kamis (17/9/2026).
“Kalau tidak ditangani dengan baik oleh dinasnya atau camatnya, saya datang sendiri,” ujar Thaher.
Menurut Thaher, pembangunan jaringan air bersih harus dikawal melalui komunikasi yang baik antara pemerintah daerah, pelaksana pekerjaan, perangkat kecamatan dan pihak terkait lainnya. Ia meminta setiap kendala yang muncul di lapangan segera disampaikan agar dapat dicarikan jalan keluar.
Thaher menegaskan, penyediaan air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang sejak awal menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara. Bersama kebutuhan listrik, air bersih merupakan bagian dari prioritas yang terus diperjuangkannya.
“Ada dua, air bersih dan listrik itu saya kejar terus dari prioritas pertama saya,” katanya.
Thaher mengungkapkan, upaya memperluas akses air bersih di Maluku Tenggara telah dilakukan sejak 2019. Sejumlah wilayah yang sebelumnya mengalami keterbatasan air mulai mendapat sumber air, meski sebagian jaringan kembali menghadapi persoalan karena keterbatasan debit sumber.
Kondisi tersebut, menunjukkan pentingnya pemanfaatan sumber air yang memiliki kapasitas lebih besar. Ia menyebut Sungai Evu sebagai salah satu sumber yang diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah Kei Kecil.
Sebelumnya, pemerintah daerah juga telah mendorong pembangunan infrastruktur air bersih dengan rencana anggaran sekitar Rp8 miliar dari total kebutuhan yang dihitung mencapai Rp32 miliar. Namun, rencana tersebut terdampak penyesuaian anggaran pada masa pandemi COVID-19.
Thaher berharap kehadiran pemerintah pusat melalui kegiatan sosialisasi pembangunan jaringan perpipaan dan SR SPAM dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
Ia menegaskan, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya tersedianya infrastruktur, tetapi bagaimana jaringan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Yang mereka tahu adalah dilayani dengan baik. Dia mau mandi, mau minum, apa ada air,” ujarnya.
Thaher memastikan dirinya bersama Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara akan terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pembangunan tersebut, termasuk membantu menyelesaikan persoalan yang muncul selama pekerjaan berlangsung.
“Selama masih dikasih napas dan masih hidup, saya menyumbangkan tenaga dan pikiran saya penuh untuk melayani masyarakat,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....