Bupati Malra Tegaskan Komitmen Pemulihan Korban Bencana dan Konflik Sosial

  • 22 Agt 2026 16:13 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun menegaskan pemerintah daerah terus memperkuat pemulihan masyarakat yang terdampak bencana alam maupun konflik sosial melalui berbagai program bantuan hunian di sejumlah wilayah. Pernyataan tersebut disampaikan saat penyerahan bantuan Program Realokasi Rumah Korban Terdampak Bencana Alam, Konflik Sosial, dan Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Desa Rumahdian, Jumat (21/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Thaher mengungkapkan pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya pemulihan bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat konflik sosial maupun bencana. Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan rumah baru dan rehabilitasi rumah tidak layak huni di sejumlah wilayah Maluku Tenggara.

“Beberapa tahun lalu Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara juga telah membantu masyarakat membangun rumah yang tidak layak huni di wilayah Kei Besar, seperti Kei Besar Utara Timur dan Kei Besar Utara Barat,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga menangani dampak konflik sosial yang terjadi di sejumlah desa. Salah satu program yang telah dilaksanakan adalah pembangunan sekitar 27 unit rumah bagi masyarakat terdampak konflik sosial di Desa Ngurdu melalui kerja sama dengan TNI Angkatan Darat dan Kodim 1503/Tual.

Thaher mengatakan penanganan serupa juga dilakukan bagi warga terdampak konflik sosial di Desa Ohoiren, Kecamatan Kei Kecil Barat, serta Desa Danar, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan. Menurutnya, pembangunan rumah bagi warga terdampak konflik tersebut menggunakan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Pembangunan rumah di Desa Ngurdu dan Ohoiren menggunakan anggaran APBD,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara juga berencana memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam di Desa Debut. Saat ini pemerintah masih melakukan pendataan untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan warga di lapangan.

Selain Debut, Thaher turut menyampaikan penanganan bencana yang pernah terjadi di Desa Weduar, Ohoiel, dan beberapa wilayah lainnya. Ia menegaskan pemerintah harus hadir secara cepat ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat maupun pascabencana.

“Pemerintah harus hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak. Masyarakat membutuhkan pelayanan yang cepat dan optimal,” tegasnya.

Thaher menambahkan, program bantuan hunian menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menghubungkan penanganan bencana, pemulihan pascakonflik, peningkatan kualitas permukiman, serta pengurangan kemiskinan. Melalui penyediaan rumah yang layak, pemerintah berharap masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih aman dan produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....