Polres Tual Pastikan Kisruh di Ngadi Tertangani Maksimal

  • 03 Jan 2026 16:17 WIB
  •  Tual

KBRN, Tual: Permasalahan keamanan dan ketertiban di desa Ngadi, kecamatan dullah Utara, kota Tual, kembali pecah terkait penangguhan penahanan ke 6 (enam) pelaku atas kasus yang terjadi bulan 10 oktober 2025 lalu. Pemerintah kota dan Polres Tual menggandeng tokoh agama dan adat memediasi bentrok yang terjadi antar 2 (dua) kubu di desa Ngadi.

Kasat Reskrim Polres Tual, Iptu Aji Prakoso Trisaputra, S.Tr.K, S.I.K, M.Si ditemui rri.co.id, Sabtu (03/01/2026) membenarkan konflik yang kembali terjadi di desa Ngadi. Tetapi pihaknya berupaya maksimal untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Disinggung terkait pemicu konflik di Ngadi beberapa waktu lalu, Trisaputra menegaskan, pihaknya bukan melepaskan tetapi penangguhan penahanan.

"Benar terjadi bentrok antar dua kelompok, keluarga pelaku dan korban, dipicu penangguhan penahanan ke enam pelaku. Tapi kami sudah upayakan agar tidak lagi melebar dan masing-masing pihak sudah berjanji untuk menahan diri."

Trisaputra menjelaskan pihaknya berupaya untuk secepatnya menyelesaikan dan mencari solusi untuk menangani perkara tersebut agar berkasnya segera P21.

"Kami upayakan semaksimal mungkin agar secepatnya P21 perkara ini dan masuk tahap dua."

Sementara itu, dari sisi pemerintah daerah, wakil walikota Tual, Amir Rumra yang turun langsung di desa Ngadi bersama forkopimda, tokoh agama dan tokoh adat, membahas beberapa poin penting dalam pertemuan yang bersifat mediasi itu. Pemerintah Kota Tual menegaskan bahwa pertemuan rapat ini bersifat netral dan bertujuan untuk mencari solusi serta tidak memihak kepada pihak manapun.

Dalam pertemuan disepakati bahwa seluruh pihak yang hadir, terkait permasalahan yang telah terjadi pada Desa Ngadi, tidak diinginkan terus terjadi dan meminta untuk segera diselesaikan demi menjaga keamanan, ketertiban, serta keutuhan masyarakat Desa Ngadi. Poin selanjutnya yakni disepakati bahwa adanya pihak ketiga yang dengan sengaja melakukan aksi provokator untuk memperkeruh situasi dan kondisi di Desa Ngadi.

Dimintakan juga seluruh elemen masyarakat yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda serta perwakilan masyarakat menyatakan komitmen bersama untuk berdamai menjaga Desa Ngadi agar tetap aman, utuh, dan harmonis sesuai nilai-nilai leluhur. Selain itu masyarakat diminta serta diharapkan untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu yang beredar dan menghentikan ego serta kepentingan pribadi atau kelompok namun mari mengedepankan dialog, rekonsiliasi, dan persaudaraan;

Rumra juga menegaskan permasalahan internal terkait pernyataan atau tindakan oknum tertentu yang dimana termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dinilai telah menyinggung dan memperkeruh suasana diminta untuk ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.

Inti dari pertemuan ini menegaskan, bahwa perdamaian hanya dapat terwujud dengan bantuan kesadaran bersama dan kerja sama seluruh elemen masyarakat serta kepercayaan terhadap proses hukum dan pemerintah.

Pantauan rri.co.id di lapangan, saat ini situasi kamtibmas di desa Ngadi telah kembali kondusif. Semua pihak yang terlibat dalam pertikaian menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya permasalahan kepada pihak Polres Tual untuk diselesaikan sesuai hukum yang berlaku.

Suasana pertemuan Wakil Walikota Tual bersama para tokoh adat, agama serta masyarakat di desa Ngadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....