Harga BBM Naik Berdampak pada Pelaku UMKM

  • 28 Jul 2026 13:34 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Sektor UMKM juga berpotensi terdampak oleh kenaikan harga BBM. Pelaku usaha kecil biasanya sangat bergantung pada transportasi untuk memperoleh bahan baku, mengirim produk, dan menjangkau konsumen. Ketika biaya BBM naik, biaya operasional ikut meningkat.

Masalahnya, tidak semua UMKM dapat langsung menaikkan harga jual. Jika harga jual dinaikkan, daya beli konsumen dapat melemah. Namun, jika harga tetap dipertahankan, margin keuntungan pelaku usaha akan berkurang. Kondisi ini membuat UMKM berada dalam posisi yang rentan.

Demikian pula dialami pelaku UMKM kota Tual Ruslan Slamet, saat dikunjungi rri.co.id pada lapak sembakonya pekan kemarin. Ia mengakui kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) memicu tekanan ganda bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) seperti dirinya, yaitu lonjakan biaya operasional dan penurunan drastis daya beli masyarakat.

“Kondisi ini membuat pasar menjadi sepi, omzet menurun, dan kami tidak langsung naikkan harga barang meskipun harga BBM alami kenaikan sehingga keuntungan usaha kami semakin tipis.” Keluh Ruslan Slamet

Selain itu, kenaikan harga BBM juga berdampak pada Sektor pertanian dan perikanan yang kini sedang menghadapi tantangan serupa. Petani membutuhkan BBM untuk alat pertanian, pompa air, dan distribusi hasil panen. Sedangkan Nelayan menggunakan BBM untuk melaut. Karena itu, kenaikan BBM dapat berdampak pada biaya produksi pangan dan berpotensi memengaruhi harga pangan di tingkat konsumen.

Kenaikan harga BBM menunjukkan bahwa masyarakat masih sangat bergantung pada energi fosil. Ketergantungan ini membuat perekonomian rentan terhadap perubahan harga energi. Oleh karena itu, penguatan transportasi publik, diversifikasi energi, efisiensi konsumsi energi, serta pengembangan energi terbarukan menjadi agenda penting.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....