Bahan Baku Mahal, Penjual Gorengan Beralih Jual Kelapa

  • 29 Jun 2026 20:15 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Lonjakan harga komoditas pangan kembali memakan korban di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Seorang penjual pisang goreng, Waseni mengaku terpaksa menggulung tikar akibat harga bahan baku utama yang melambung tinggi dan tak lagi sebanding dengan pendapatan harian.

Saat ini, harga pisang per tandan di Pasar Langgur, Maluku Tenggara telah menembus angka Rp100.000 keatas. Kondisi ini berbanding terbalik dengan situasi sebelumnya, di mana harga bahan baku yang jauh lebih murah membuat para pedagang mampu meraup keuntungan bersih yang menjanjikan.

"Kalau dulu kami bisa meraup keuntungan Rp300.000 sampai Rp500.000 per hari. Sekarang, dapat Rp100.000 per hari saja susahnya minta ampun," ujar waseni salah satu penjual pisang goreng yang terdampak.

Sebelum memutuskan untuk menutup usahanya, pedagang tersebut mengaku sempat memutar otak demi menyiasati tingginya modal. Salah satu cara yang dicoba adalah dengan memperkecil ukuran pisang goreng yang dijual.

Namun, strategi tersebut justru menjadi bumerang. Langkah ini memicu komplain dari para pelanggan setia, hingga menyebabkan dagangannya tidak laku dan menyisakan banyak kerugian karena pisang goreng tidak terjual habis.

Enggan terus-menerus merugi, mantan penjual pisang goreng ini kini memilih memutar haluan demi menyambung hidup. Ia beralih profesi menjadi pelele kelapa mentah.

Sistem kerjanya adalah membeli kelapa mentah langsung dari para petani kelapa lokal, untuk kemudian dijual kembali kepada para pengusaha kopra. Sektor ini dinilai lebih stabil dan minim risiko kerugian akibat fluktuasi harga harian yang ekstrem.

" yah beta mungkin nanti kembali jual pisang goreng kalau harga sudah kembali stabil, soalnya ini penjual dari tanimbar dan seram juga balom ada yang datang jual pisang si pasar langgur kayak dolo - dolo jadi sementara papalele kelapa saja dolo" kata waseni yang biasa akrab sisapa mama ode. "

Berdasarkan penelusuran dari tim rri.co.id di lapangan, mahalnya harga pisang di tingkat pedagang ternyata dipicu oleh masalah pasokan dari hulu.

Para petani pisang mengaku, hasil panen mereka mengalami penurunan drastis belakangan ini. Di sisi lain, permintaan atau minat pembeli terhadap pisang di pasar tradisional tetap tinggi.

ketika pasokan barang menipis sementara permintaan pasar melimpah, harga otomatis melonjak tajam. Kondisi inilah yang akhirnya menjepit para pelaku usaha kecil yang bergantung pada bahan baku pisang segar.

Untuk diketahui, pembelian kelapa mentah dipasar Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara saat ini terus meningkat, mengingat harga Kopra perlahan mulai merangkak naik di kisaran Rp. 10.000 sampai Rp. 12.000 per kilo gram dari sebelumnya sempat terjun bebas di kisaran Rp. 8.000.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....