Kehidupan Pandai Besi, Agus di Usia 20 Tahun

  • 18 Jun 2026 21:00 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Pukulan palu dan percikan api ini menjadi pemandangan biasa bagi warga desa Ohoiren, Kecamatan Kei Kecil barat, Kabupaten Maluku Tenggara. Sebuah kampung yang didominasi oleh pandai besi.

Tempat pembuatan pandai besi milik Agus, terlihat sedang bekerja dengan keringat yang mengucur. Lempengan baja setebal hampir 1 cm untuk dijadikan pisau, dan hal ini membuat perajin pandai besi tidak patah semangat dan hal ini tidak menghentikan kegiatan pekerja yang telah dilakukan turun temurun.

Disaat rri.co.id menghubunginya melalui line telepon, Agus, si pandai besi, Kamis (18/06/2026) mengatakan sejak di usia ku 20 tahun sebagai pandai besi, dengan kreativitas melakukan pisau dan parang banyak sekali pesanan yang datang untuk memesan, sehingga dulu tidak sebanding dengan sekarang yang memiliki pesanan sebab bahan baku sangat murah dan penjualan sangat laris, sehingga pekerjaan ini menjadi mata pencaharian saya dan membantu ekonomi keluarga.

Pandai besi di kampung ohoiren prosesnya di awali dengan memotong bahan baku besi dan baja bekas, Teknik tradisional memang masih digunakan di desa pandai besi di kampung ohoiren, dengan kemudian di bakar dan ditempa mengunakan palu, tempaan dilakukan agar besi menjadi lebih padat sehingga tidak mudah rusak.

Penggunaan produksi 1 pisau dalam sehari bisa mendapatkan 50 gagang pisau, sedangkan parang pembuatannya hanya 1 hari mendapatkan 1 gagang, dengan harga yang brelatif diantara Rp.15.000 - lima belas ribu rupiah, dan parang Rp.100.000 - seratus ribu rupiah, tergantung barang yang diinginkan.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....