Harga Bahan Pokok Naik Pengaruhi Daya Beli

  • 22 Jul 2025 15:54 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur: Kenaikan harga bahan pokok sangat berdampak pada pendapatan UKM. Demikian disampaikan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) ibu Yuslita berasal dari Purbalingga Jawa Tengah.

Ibu yang sudah buka usaha warung makan selama kurang lebih lima tahun ini ditemui rri.co.id di tempat usaha rumah makan miliknya. Di kompleks perumnas kecamatan ohoijang watdek Maluku Tenggara pada hari selasa (22/7/2025).

Yuslita mengatakan, sejak memasuki bulan januari awal tahun 2025 omset penjualan menurun drastis yakni 400.000 – 500.000 rupiah sehari jika dibandingkan tahun – tahun sebelumnya bisa mencapai 600.000 – 800.000 rupiah sehari. Bahan pokok mengalami kenaikan seperti beras, minyak goreng, cabai, bawang putih, bawang merah dan lain-lain kecuali beberapa jenis sayur mayur harga masih stabil.

Kendati demikian, untuk mengatasi daya beli masyarakat atau pelanggan yang semakin menurun, maka dirinya mensiasati porsi nasi serta lauk agar harga tetap stabil yakni 15.000 per porsi namun agak dikurangi volumenya. Pasang surut dalam berbisnis itu hal yang biasa namun dirinya mengaku saat ini berada diposisi sulit dampak dari kenaikan pangan dan bahan pokok tersebut.

"Jadi kami serba salah dengan keadaan saat ini, kenaikan harga bahan pokok ini sangat bepengaruh dengan usaha warung makan kami, jika dinaikkan harga maka daya beli masyarakat menurun, untuk itu kami mensiasatinya dengan ukuran porsi tapi harga tetap sama." Ungkap Yuslita

Jika dinaikkan harga satu paket nasi serta lauk, maka daya beli tambah menurun dan apabila mengurangi volume porsi, itu juga menjadi pertimbangan pembeli. Dengan kondisi usahanya seperti saat ini dia tetap bersyukur karena masih bisa mencukupi kebutuhan keluarga dan optimis kedepan usahanya lebih meningkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....