Harga Kopra Malra Terjun Bebas, Disperindagkop Minta Petani Rem Produksi

  • 19 Mei 2026 07:39 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, LANGGUR - Komoditas kopra di Kabupaten Maluku Tenggara mengalami guncangan harga yang signifikan. Dalam kurun waktu singkat, harga jual di tingkat tengkulak terjun bebas dari angka Rp18.000 kini hanya dihargai Rp8.000 per kilogram.

Menyikapi kondisi ini, Kepala Bidang Perindustrian, Perdagangan dan ketenaga kerjaan, Disperindagkop Maluku Tenggara, Sainudin Lahangatubun memberikan penjelasan terkait penyebab melemahnya harga pasar yang berdampak langsung pada kesejahteraan pengusaha kopra dan petani kelapa. Sainudin mengatakan, harga kopra merosot tajam disebabkan kondisi ekomi global sehingga pemerintah pusat memberlakukan pembatasan ekspor terhadap beberapa komuditi nasional termasuk kopra.

"Penurunan harga ini dipengaruhi oleh kebijakan pembatasan ekspor sementara demi menjaga stabilitas stok dalam negeri. Karena akses ke pasar internasional diperketat, terjadi penumpukan stok di gudang-gudang besar yang mengakibatkan daya serap pabrik terhadap kopra menurun drastis," jelas Sainudin saat ditemui rr.co.id diruang kerjanya, Senin (15/05)

Mengingat harga pasar yang sudah berada di bawah titik ideal, Rahangatubun meminta para pelaku usaha kopra dan petani untuk bersikap realistis dalam mengelola kegiatan produksi kopra. menurutmya, sementara waktu pengusaha mengerem atau membatasi volume produksi agar tidak merugi di biaya operasional dan logistik.

Disperindagkop akan terus berkoordinasi dengan pihak -pihak terkait guna memantau kapan kuota ekspor kembali dibuka secara normal agar harga di daerah bisa ikut terkoreksi naik. Sainudin meminta para petani tetap tenang dan tidak terpancing spekulasi yang bisa memperburuk situasi. Pihaknya berjanji akan terus mencari formulasi terbaik untuk melindungi kepentingan pengusaha dan petani lokal di tengah kebijakan pembatasan ini.

"Kami minta para pengusaha dan petani untuk sedikit menahan diri. Prioritas kita adalah meminimalisir kerugian sampai pembatasan ekspor kembali normal secara luas dan harga kembali stabil," pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....