Dari Pulau Terpencil, Bupati Thaher Bangun Harapan Pendidikan
- 24 Okt 2025 13:56 WIB
- Tual
KBRN, Langgur: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia Abdul Mu’ti, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Maluku Tenggara, Kamis (23/10/2025), untuk meninjau langsung kondisi pendidikan di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari permintaan Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun pada 1 September 2025, yang ingin memastikan pembangunan pendidikan di daerah kepulauan strategis ini berjalan maksimal.
Bupati Thaher menegaskan, kedatangan Mendikdasmen tidak sekadar untuk kegiatan seremonial atau pengukuhan pengurus organisasi. Kunjungan ini merupakan kesempatan penting meninjau langsung kemajuan pendidikan dan tantangan yang dihadapi di Maluku Tenggara serta Kota Tual.
“Kunjungan Pak Menteri hari ini menunjukkan perhatian nyata pemerintah pusat terhadap kualitas pendidikan di wilayah kepulauan terpencil seperti kami,” ujar Bupati Thaher.
Dalam lima tahun terakhir, Pemkab Maluku Tenggara telah melakukan terobosan infrastruktur digital untuk mendukung pendidikan. Semua enam kecamatan di Pulau Kei Kecil sudah terhubung internet, sementara lima kecamatan di Pulau Kei Besar, yang masuk lokasi strategis nasional, kini memiliki jaringan 4G hingga 96%.
“Ini semua kami lakukan dengan keyakinan bahwa infrastruktur yang memadai adalah persyaratan penting bagi pembelajaran yang optimal,” kata Bupati Thaher.
Selain digitalisasi, pemerintah daerah juga meningkatkan kapasitas guru melalui program penyekolahan dari D3 ke D4 atau S1, yang kini sudah rampung dan para guru telah diwisuda. Program ini menegaskan komitmen daerah untuk menyiapkan tenaga pengajar berkualitas meski berada di wilayah terpencil.
Meskipun sudah ada kemajuan, Maluku Tenggara masih menghadapi tantangan besar, termasuk keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM), sarana pendidikan, dan kondisi geografis kepulauan yang menyulitkan distribusi pendidikan. Bupati menekankan perlunya dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat untuk menjembatani kesenjangan pendidikan tersebut.
“Kabupaten Maluku Tenggara masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia, sarana pembelajaran, dan kompleksitas geografis kepulauan yang memerlukan perhatian khusus dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Kunjungan Menteri Abdul Mu’ti ini diharapkan mendorong percepatan digitalisasi sekolah, peningkatan kualitas guru, dan pemerataan akses pendidikan di seluruh kepulauan. Dengan sinergi pusat-daerah, Maluku Tenggara bertekad menjadikan pendidikan bukan lagi hambatan geografis, tetapi jembatan menuju masa depan anak-anak di wilayah terluar Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....