Warga Ohoiel Pelajari Peta Risiko dan Langkah Evakuasi Darurat Bencana
- 08 Agt 2026 13:26 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur – Warga Ohoi Ohoiel, Kecamatan Kei Besar, mendapat pelatihan pemetaan risiko bencana dan evakuasi melalui program Desa Tangguh Bencana (DESTANA). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di wilayah tersebut.
Pembentukan DESTANA dilaksanakan pada Kamis (6/8/2026) dengan melibatkan pemerintah ohoi, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, kaum perempuan, serta unsur masyarakat lainnya. Melalui kegiatan ini, warga dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan saat menghadapi keadaan darurat.
Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, mengatakan masyarakat akan dilatih mengenali berbagai potensi ancaman yang ada di lingkungan mereka. Selain itu, warga juga diajarkan menyusun langkah-langkah penyelamatan secara mandiri.
"Masyarakat akan belajar menyusun peta risiko bencana, membentuk tim relawan, menyusun rencana evakuasi, mengenali jalur penyelamatan, melakukan simulasi, hingga membangun budaya sadar bencana dalam kehidupan sehari-hari," kata Thaher.
Pemetaan risiko ini menjadi langkah awal yang penting karena membantu masyarakat memahami wilayah yang rentan terhadap ancaman bencana. Dengan mengetahui tingkat risiko, warga dapat menentukan langkah mitigasi yang tepat sebelum bencana terjadi.
Selain pemetaan risiko, peserta juga mendapatkan materi mengenai penyusunan rencana evakuasi dan pengenalan jalur penyelamatan. Masyarakat perlu menguasai pengetahuan tersebut karena merekalah yang pertama kali menghadapi situasi darurat ketika bencana terjadi.
| Baca juga: Tanimbar Raih UHC Kategori Pratama |
Bupati Thaher mengungkapkan, semakin baik kesiapsiagaan warga, semakin kecil pula risiko korban jiwa maupun kerugian yang ditimbulkan. Karena itu, pelatihan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mampu bertindak cepat dan tepat saat keadaan darurat.
Program DESTANA juga diarahkan untuk membangun sistem penanggulangan bencana berbasis komunitas. Warga didorong untuk bekerja sama dalam proses peringatan dini, evakuasi, penyelamatan, hingga pemulihan pascabencana.
Diharapkan seluruh hasil pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan di tengah masyarakat. Simulasi dan edukasi kebencanaan perlu dilakukan secara rutin agar budaya sadar bencana tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Ohoi Ohoiel.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....