Mengenal Fenomena El Nino Godzilla

  • 07 Mei 2026 08:09 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur: El Nino Godzilla bukanlah jenis fenomena baru, melainkan sebutan untuk El Nino yang sangat kuat, mirip dengan peristiwa ekstrem di masa lalu. Gabungan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif berpotensi membuat musim kemarau lebih panjang dan kering dari biasanya. Di tengah perubahan iklim global yang semakin nyata, pemahaman tentang fenomena ini menjadi sangat penting bagi masyarakat umum.

Fenomena ini mengingatkan kita bahwa pola cuaca dunia tidak lagi dapat diprediksi dengan mudah. Kekeringan yang mungkin terjadi bukan hanya masalah cuaca biasa, melainkan ancaman bagi ketahanan pangan, pasokan air, dan lingkungan hidup.

El Nino adalah fenomena alam yang terjadi ketika suhu permukaan laut di bagian tengah dan timur Samudra Pasifik menjadi lebih hangat dari rata-rata. Kondisi ini mengganggu sirkulasi angin dan pola hujan di seluruh dunia.Biasanya, angin pasat (trade winds) meniup dari timur ke barat, mendorong air hangat ke wilayah Indonesia. Saat El Nino terjadi, angin pasat melemah, sehingga air hangat bergerak ke arah timur. Akibatnya, Indonesia kehilangan sumber uap air yang biasa membentuk hujan.

Istilah “Godzilla” digunakan untuk menggambarkan El Nino dengan kekuatan super kuat, di mana anomali suhu laut bisa mencapai lebih dari 1,5 hingga 2 derajat Celsius. Sebutan ini populer karena dampaknya yang sangat besar, mirip monster raksasa dalam film. Fenomena ini bukan hal baru, tetapi perubahan iklim membuat kemungkinan terjadinya El Nino kuat semakin tinggi.

Penyebab utama El Nino adalah interaksi kompleks antara lautan dan atmosfer di Samudra Pasifik. Faktor pemicu meliputi, Pemanasan suhu laut di wilayah ekuator Pasifik timur.

Melemahnya angin pasat yang biasanya mendorong air hangat ke barat.

Pergeseran sirkulasi Walker, yaitu pola angin dan tekanan udara di kawasan tropis.

Perubahan iklim global memperbesar risiko ini. Pemanasan global akibat emisi gas rumah kaca membuat suhu laut naik lebih cepat, sehingga El Nino lebih mudah mencapai intensitas ekstrim.

Dampak El Nino Godzilla sangat luas dan serius, terutama berupa kekeringan yang berkepanjangan. Beberapa dampak utama meliputi:

Kekeringan dan Krisis Air Curah hujan menurun tajam menyebabkan sumur kering, waduk menyusut, dan sungai dangkal. Wilayah pertanian di Jawa dan Nusa Tenggara paling rentan mengalami kekurangan air irigasi.

Gangguan Pertanian dan Ketahanan Pangan Petani menghadapi risiko gagal panen, terutama tanaman padi dan palawija. Produksi pangan nasional bisa terganggu, yang berpotensi meningkatkan harga bahan pokok.

Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Vegetasi yang kering sangat mudah terbakar. Risiko karhutla meningkat tajam di Sumatra, Kalimantan, dan wilayah lain, menyebabkan kabut asap yang mengganggu kesehatan dan transportasi.

Kesehatan Masyarakat Kekeringan dan asap karhutla dapat meningkatkan kasus infeksi saluran pernapasan, diare, dan penyakit kulit. Suhu yang lebih panas juga menimbulkan risiko heat stress.

Dampak Ekonomi dan Sosial Sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata bisa mengalami kerugian. Masyarakat miskin di daerah pedesaan paling terdampak karena keterbatasan akses air bersih.

Meski tidak semua wilayah terdampak sama, wilayah selatan Indonesia diprediksi akan merasakan dampak lebih berat.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....